Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

NTB Masuk Zona Merah Angin Kencang dan Siklon Kepung Indonesia! Tiga Bibit Siklon Tropis Muncul Bersamaan, Warga NTB Diminta Siaga Cuaca Ekstrem!

Nurul Hidayati • Kamis, 5 Maret 2026 | 16:40 WIB

Tiga bibit siklon tropis sekaligus yang kini mengepung wilayah Indonesia, termasuk area perairan sekitar Bali dan Nusa Tenggara.
Tiga bibit siklon tropis sekaligus yang kini mengepung wilayah Indonesia, termasuk area perairan sekitar Bali dan Nusa Tenggara.

LombokPost - Masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) diminta meningkatkan kewaspadaan ekstra dalam beberapa hari ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi kemunculan tiga bibit siklon tropis sekaligus yang kini mengepung wilayah Indonesia, termasuk area perairan sekitar Bali dan Nusa Tenggara.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa ketiga sistem yang sedang dipantau ketat adalah Bibit Siklon 90S di selatan Jawa, 93S di dekat Australia, dan 92P di selatan Papua.

Fenomena langka yang muncul bersamaan ini memicu terjadinya "konfluensi" atau pertemuan angin yang memanjang tepat di atas wilayah Bali hingga NTT.

“Kami memantau pergerakan ketiga bibit siklon ini 24 jam penuh. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap dampak tidak langsungnya, seperti genangan air maupun angin kencang,” tegas Faisal.

NTB Masuk Zona Merah Angin Kencang

Plt. Deputi Bidang Meteorologi, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa aktifnya bibit siklon ini memperkuat kecepatan angin permukaan.

NTB menjadi salah satu provinsi yang masuk dalam daftar waspada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat, serta ancaman angin kencang yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Kondisi ini diperparah dengan suhu muka laut yang hangat, yang seolah menjadi "bahan bakar" bagi pertumbuhan awan hujan di wilayah selatan Indonesia.

Ancaman Gelombang hingga 4 Meter Tak hanya di darat, ancaman serius juga mengintai wilayah perairan.

Plh. Direktur Meteorologi Publik, Ida Pramuwardani, memberikan peringatan khusus bagi para nelayan dan pelaku transportasi laut di NTB.

Gelombang kategori tinggi (2,5 hingga 4 meter) diprediksi bakal menerjang Samudra Hindia selatan NTB dan Laut Sawu.

Sementara itu, wilayah Selat Sunda dan beberapa perairan lainnya juga diperkirakan mengalami kenaikan gelombang yang signifikan.

“Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut wajib memperhatikan informasi prakiraan gelombang sebelum melaut. Jangan memaksakan diri jika kondisi tidak memungkinkan,” pesan Ida.

BMKG mengimbau warga untuk terus memantau informasi resmi melalui aplikasi Info BMKG dan mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang yang kerap terjadi saat cuaca ekstrem melanda.

Editor : Kimda Farida
#Gelombang Tinggi #bmkg #Bencana hidrometeorologi #Siklon Tropis #Cuaca Ekstrem