LombokPost - Kabar duka menyelimuti markas besar Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Tiga prajurit terbaik bangsa yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) dilaporkan gugur saat menjalankan tugas mulia di wilayah Lebanon Selatan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, mewakili Presiden Prabowo Subianto, menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi yang menimpa para patriot bangsa tersebut.
Baca Juga: RI Desak DK PBB Rapat Darurat, Dua Prajurit TNI Kembali Gugur di Lebanon
Identitas Prajurit yang Gugur
Ketiga prajurit yang gugur dalam menjaga perdamaian dunia tersebut Adalah Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadhon.
"Mewakili Bapak Presiden, tentunya kami pemerintah menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya tiga prajurit TNI kita yang sedang menjalankan tugas di Lebanon," ujar Prasetyo Hadi dalam pernyataan resminya, Selasa (31/3).
Baca Juga: Tiga Prajurit TNI Gugur saat Bertugas di Lebanon
Pemerintah Desak Investigasi Menyeluruh
Merespons insiden maut ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono secara tegas mengecam keras serangan yang dilakukan militer Israel di wilayah Lebanon selatan. Serangan tersebut dinilai telah memperburuk eskalasi dan secara langsung mengancam mandat UNIFIL sesuai Resolusi 1701. Indonesia mendesak otoritas terkait untuk segera melakukan investigasi transparan dan akuntabel guna mengungkap fakta di balik gugurnya ketiga prajurit tersebut. "Keselamatan pasukan pemelihara perdamaian harus dihormati setiap saat sesuai dengan hukum internasional," tegas Menlu Sugiono melalui akun resminya.
Upaya Pemulangan Jenazah
Mensesneg memastikan bahwa pemerintah tengah berkoordinasi intensif dengan Menteri Pertahanan, Panglima TNI, dan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan upaya terbaik dalam pemulangan jenazah para syuhada tersebut ke tanah air.
Selain proses pemulangan, pemerintah juga telah memberikan instruksi khusus kepada seluruh pasukan TNI yang masih bertugas di lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah situasi yang kian tidak menentu.
Penghormatan dari Bumi Gora
Masyarakat, yang dikenal memiliki kedekatan emosional kuat dengan institusi TNI, turut merasakan duka mendalam. Pengabdian prajurit di medan internasional merupakan kebanggaan sekaligus pengingat akan beratnya tugas menjaga perdamaian dunia.
Gugurnya mereka adalah kehilangan besar bagi bangsa. Daerah mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan semoga pengabdian mereka menjadi amal jariyah bagi bangsa dan negara.
Indonesia kembali menyerukan kepada seluruh pihak yang bertikai di Lebanon untuk menahan diri dan menghentikan kekerasan demi keselamatan pasukan kemanusiaan yang bertugas di sana.
Editor : Redaksi