Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tiga Prajurit TNI Gugur saat Bertugas di Lebanon

R
Penulis: Redaksi❯

Advertisement

Praka Farizal Rhomadhon (kiri) gugur terkena proyektil, sedangkan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar (kanan) meninggal setelah kendaraan tugas meledak. (Jawa Pos)
Praka Farizal Rhomadhon (kiri) gugur terkena proyektil, sedangkan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar (kanan) meninggal setelah kendaraan tugas meledak.

LombokPost - Praka Farizal Rhomadhon gugur terkena proyektil, sedangkan Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan meninggal setelah kendaraan tugas mereka meledak. Keluarga menyebut, Farizal sebenarnya berencana melanjutkan pendidikan kemiliteran dan berharap bisa pindah tugas ke Jawa agar dekat dengan keluarga sepulangnya dari Lebanon.

Advertisement

SEJAK tensi ketegangan di Lebanon meningkat, istri dan keluarga besar Praka Farizal Rhomadhon di tanah air sebenarnya sudah resah. Namun, prajurit yang sehari-hari bertugas di Batalyon Infanteri 113/Jaya Sakti (Yonif 113/JS) Bireuen, Aceh, itu selalu berusaha menenangkan.

"Beliau sering meyakinkan istrinya yang selalu khawatir. Dia hanya mohon didoakan supaya bisa kembali dengan selamat," ungkap Moh. Fitra Abdul Aziz, kakak ipar Farizal, kepada Jawa Pos yang mewawancarainya lewat telepon dari Jakarta Selasa (31/3).

Advertisement

Fitra adalah kakak kandung Fafa Nur Azila, istri Farizal. Pasangan muda itu dikaruniai putri berusia dua tahun, Shanaya. Selama Farizal bertugas di Lebanon sejak tahun lalu, keduanya tetap tinggal di asrama militer yang selama ini mereka tempati di Bireuen.

Tentara 28 tahun yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) itu berasal dari Gunungkidul, Jogjakarta. Sementara itu, sang istri yang tiga tahun lebih muda kelahiran Kebumen, Jawa Tengah.

"Dengan anak istrinya setiap hari dan setiap ada waktu luang pasti video call," tutur Fitra.

Apa yang menjadi kekhawatiran istri dan keluarga itu berubah menjadi kabar duka pada Minggu (29/3). Farizal gugur setelah terkena serpihan proyektil yang ditembakkan Israel ke kawasan Adchit al-Qusayr, Lebanon Selatan, tempat kontingen UNIFIL bertugas.

Selasa (31/3), kedukaan mendalam serupa juga dirasakan keluarga besar Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Kedua personel Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFILitu juga gugur setelah kendaraan tugas yang mereka naiki meledak di Bani Haiyyan, Lebanon Selatan. Dua prajurit lainnya di kendaraan yang sama, Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto luka berat.

Lanjutkan Pendidikan

Fitra menyebut, Farizal sebenarnya sudah memiliki rencana untuk melanjutkan pendidikan kemiliteran saat tiba di tanah air. "Almarhum juga berharap bisa pindah tugas di Jogjakarta atau Jawa Tengah biar bisa dekat sama keluarga. Karena dia sangat perhatian ke keluarga," ucapnya.

Advertisement
Editor : Redaksi
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tunggakan PBB Tembus Rp 20 M, BKD Mataram Rencanakan Pemutihan untuk Warga Miskin

Tunggakan PBB Tembus Rp 20 M, BKD Mataram Rencanakan Pemutihan untuk Warga Miskin

memberikan solusi permanen atas akumulasi tunggakan PBB MBR yang kini menembus angka Rp 20 miliar.

Enam Calon Sekjen PBB Tawarkan Perdamaian Dunia

Enam Calon Sekjen PBB Tawarkan Perdamaian Dunia

Enam kandidat Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memaparkan agenda reformasi organisasi jelang dimulainya proses pemilihan

Ratu Tisha Destria Perkenalkan Liga Universitas di Forum PBB: Tunjukkan Sepak Bola Indonesia Jadi Wadah Kampanye Kesehatan Mental

Ratu Tisha Destria Perkenalkan Liga Universitas di Forum PBB: Tunjukkan Sepak Bola Indonesia Jadi Wadah Kampanye Kesehatan Mental

Pertandingan Tidak Hanya Jadi Ajang Kompetisi. Olahraga ini menghadirkan rasa kebersamaan, membuka ruang dialog, sekaligus buka kepedulian.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer