Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

RI Kantongi Komitmen Investasi Rp 574 T dari Jepang dan Korsel, Industri Hijau serta Manufaktur Paling Diminati

Redaksi • Sabtu, 4 April 2026 | 10:00 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani (Jawa Pos)
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani (Jawa Pos)

LombokPost - Pemerintah mengantongi komitmen investasi senilai Rp574 triliun dari Jepang dan Korea Selatan (Korsel).

Komitmen tersebut merupakan hasil rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke kedua negara tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, nilai investasi itu berasal dari sejumlah nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dengan perusahaan dari kedua negara.

Baca Juga: Menuju Kemandirian Energi Terbarukan di NTB, Investasi  EBT NTB Terkendala Bahan Baku dan Pasar

Di Korea Selatan, terdapat 10 MoU dengan nilai mencapai USD 10,2 miliar atau sekitar Rp 173 triliun.

”Kerja sama mencakup sektor energi dan transisi hijau seperti renewable energy, solar power, hingga carbon capture and storage. Selain itu juga sektor manufaktur, baterai, baja, serta transportasi ramah lingkungan,” ujar Airlangga Jumat (3/4).

Selain sektor energi dan industri, investasi dari Korsel juga mencakup bidang digital, akal imitasi (AI), properti, hingga infrastruktur.

Baca Juga: INDONESIA MAGNET DUNIA! Seskab Teddy Ungkap Komitmen Investasi Rp380 Triliun dari Jepang, Bukti Kepercayaan Global Menguat

Termasuk pengembangan kawasan Bumi Serpong Damai (BSD).

Beberapa perusahaan besar seperti POSCO dan Lotte Chemical disebut akan melanjutkan ekspansi investasinya di Indonesia.

Sementara itu, dari Jepang pemerintah mengamankan sembilan MoU dengan total nilai USD 23,6 miliar atau setara Rp 401 triliun.

Baca Juga: Investasi Mandalika Terus Bergerak, ITDC Berbagi Berkah Ramadan untuk Warga Desa Penyangga

Investasi tersebut mencakup sektor energi, termasuk proyek LNG dan migas seperti Blok Masela, industri hilirisasi, sektor keuangan, hingga industri kreatif.

Potensi Co-Investment

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengatakan, minat investor dari Jepang dan Korea Selatan terhadap Indonesia masih sangat tinggi. Keberadaan lembaga investasi nasional seperti Danantara juga meningkatkan kepercayaan investor untuk melakukan co-investment.

Saat ini pemerintah tengah menjajaki kerja sama investasi dengan Lotte Chemical dan POSCO dengan potensi nilai mencapai USD 6 miliar. “Ini sinyal yang sangat positif. Banyak investor yang tidak hanya bertahan, tetapi juga ingin memperbesar investasinya di Indonesia,” kata Rosan. (mim/dio/JPG/r3)

Editor : Redaksi
#investasi #presiden #Prabowo Subianto #jepang #Korsel