Indonesia Mulai Datangkan Minyak Mentah dari AS 

Redaksi • Dipublikasikan Sabtu, 11 April 2026 | 11:23 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (JPG)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (JPG)

LombokPost - Pemerintah memastikan stok energi nasional dalam kondisi aman di tengah gejolak global.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan elpii masih berada di atas batas minimum.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia juga mulai mendatangkan minyak mentah dari Amerika Serikat (AS), meski impor BBM dari negara tersebut belum dilakukan.

 Baca Juga: Kasus Pencurian BBM di Jerman Meningkat

“Minyak mentah sudah mulai masuk dari AS. Tapi BBM tidak, kita tidak ambil dari sana,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/4).

Menurut dia, stok bensin nasional saat ini berada di atas 20 hari, sementara cadangan elpiji lebih dari 10 hari. Kondisi tersebut dinilai cukup untuk menghadapi tekanan dinamika global.

“Kita sudah melewati masa kritis. Tapi masyarakat tetap harus bijak dalam menggunakan BBM dan elpiji,” imbuhnya.

 Baca Juga: Terbongkar! Modus Mafia BBM & LPG Subsidi Diungkap, Pertamina dan Bareskrim Turun Tangan

Bakal Sesuaikan Harga Nonsubsidi

Di sisi lain, Kementerian ESDM membuka peluang penyesuaian harga BBM nonsubsidi dalam waktu dekat.

Kebijakan tersebut masih menunggu hasil perhitungan bersama badan usaha energi, termasuk  Pertamina dan perusahaan swasta.

Baca Juga: Bupati Sumbawa Barat Minta ASN Hemat BBM, Pakai Sepeda ke Kantor

“Kami masih melakukan exercise atau simulasi. Mudah-mudahan harga ICP (Indonesia Crude Price) bisa turun sehingga lebih baik,” ujar Bahlil.

Genjot Produksi Hulu Migas

Sementara itu, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menyiapkan strategi untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah volatilitas harga global.

Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PHE Edi Karyanto mengatakan, perseroan menargetkan produksi minyak sebesar 595 ribu barel per hari pada tahun ini.

Saat ini, PHE berkontribusi sekitar 65 persen lifting minyak nasional dan 35 persen pasokan gas domestik, meski hanya mengelola sekitar 27 persen wilayah kerja migas di Indonesia.

“Saat ini kami mengelola sekitar 800 sumur, mayoritas brownfield. Kami terus berupaya mengoptimalkan produksi,” ujarnya dalam temu media di Malang, Kamis (9/4).

Sepanjang 2025, PHE mencatat produksi 557 ribu barel minyak per hari . Untuk  tahun depan, perseroan menargetkan 595 ribu barel minyak per hari. (bry/bil/jpg/r1)

Editor : Redaksi
Sumber : Lombok Post
pasokan pertamina ketahanan energi nasional Gejolak Global BBM