LombokPost – Kebakaran hebat terjadi di Kampung Bahagia, wilayah Sandakan, Sabah, Malaysia, pada Ahad (19/4) dini hari. Mayoritas penghuni merupakan warga negara Malaysia, Filipina, dan Indonesia.
Merespons bencana tersebut, Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah mengatakan, pihaknya melalui KJRI Kota Kinabalu (KJRI KK) terus memonitor perkembangan di lokasi.
Kebakaran tersebut, tambahnya, membakar sekitar 1.000 rumah dari total 1.200 unit.
Baca Juga: Kebakaran Hebat Gudang Oli di Ampenan, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp 1,8 Miliar
Meski belum terdapat laporan korban jiwa, Heni menyebutkan bahwa sejumlah warga dilaporkan mengalami luka ringan saat berupaya menyelamatkan barang-barang mereka.
“Semuanya telah mendapatkan penanganan medis,” kata Heni.
Lebih lanjut, Heni menjelaskan, KJRI KK bersama Direktorat Pelindungan WNI telah melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat.
Baca Juga: Pemprov Nusa Tenggara Barat Bantu Santri Terdampak Kebakaran di Lombok Tengah
Tujuannya untuk memperoleh data akurat terkait jumlah dan kondisi WNI terdampak.
KJRI KK pun sudah di lapangan untuk melakukan pemantauan langsung, termasuk penanganan pengungsi dan distribusi bantuan bagi para WNI terdampak.
Berdasarkan pantauan di lapangan, para korban yang memerlukan bantuan juga sudah ditampung di lokasi penampungan dan telah ditangani oleh pihak terkait di Sandakan, Sabah.
“Terkait jumlah WNI terdampak, kami sedang menunggu tim KJRI Kota Kinabalu yang sedang melakukan pendataan,” ujarnya di Jakarta Senin (20/4).
Dokumen Keimigrasian
Selain itu, KJRI sudah siap memfasilitasi WNI terdampak yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran. “Saat ini, fokus utama pemerintah adalah memastikan keselamatan dan pendataan seluruh WNI yang terdampak,” tegasnya.
Dikutip dari Kantor Berita Bernama, 9.000 lebih warga dilaporkan terdampak kebakaran besar di kawasan permukiman terapung di Kampung Bahagia, Sandakan, Sabah, Malaysia tersebut. Kepala Kepolisian Distrik Sandakan ACP George Abd Rakman bahkan menyebutkan, ada sekitar 1.000 dari 1.200 rumah di kawasan tersebut hangus terbakar.
Sejauh ini, pihaknya belum menerima laporan korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, ada beberapa yang mengalami cedera saat menyelamatkan harta benda atau membantu yang lain. (mia/ttg/JPG/r3)
Editor : Redaksi