LombokPost - Insiden memilukan yang mewarnai dunia transportasi tanah air kembali terjadi. Kecelakaan kereta api di Bekasi yang melibatkan rangkaian KRL dan kereta api jarak jauh memicu reaksi keras dari parlemen. Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi, secara tegas mendesak adanya evaluasi total terhadap sistem keamanan dan pihak swasta yang diduga memicu kecelakaan kereta api tersebut.
Tragedi ini bermula dari perlintasan sebidang di Bulak Kapal, Bekasi. Taksi listrik milik perusahaan Green SM terjebak di jalur rel hingga berujung hantaman keras dari KRL yang melintas. Dampak dari kecelakaan kereta api di Bekasi ini ternyata berbuntut panjang; rangkaian KRL yang terhenti kemudian terlibat insiden lanjutan dengan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur.
"Kami sangat prihatin atas tragedi ini. Penanganan korban harus menjadi prioritas utama di atas segalanya," ujar Mori Hanafi dalam keterangan resminya, Selasa (28/4).
Legislator asal NTB ini menilai bahwa kecelakaan kereta api di Bekasi tersebut merupakan sinyal merah bagi kualitas keselamatan transportasi nasional yang masih rapuh.
Mori Hanafi secara khusus menyoroti keterlibatan armada Green SM. Ia meminta Kementerian Perhubungan tidak ragu untuk memanggil pihak manajemen taksi listrik tersebut.
Baginya, kecelakaan kereta api yang dipicu oleh kendaraan masuk ke perlintasan sebidang tidak bisa dianggap sebagai kelalaian biasa, melainkan harus ada audit terhadap kelaikan jalan dan standar operasional armada Green SM.
"Pemerintah wajib memanggil manajemen Green SM dan memastikan seluruh armada yang beroperasi benar-benar laik jalan. Kita tidak ingin kecelakaan kereta api di Bekasi atau di tempat lain terulang hanya karena ketidaksiapan armada di jalan raya," tegas politisi Partai NasDem tersebut.
Menurutnya, standar keselamatan transportasi harus dipenuhi tanpa kompromi oleh setiap operator.
Lebih lanjut, Mori Hanafi juga menyinggung kondisi perlintasan sebidang yang kerap menjadi titik maut. Kejadian di dekat Stasiun Bekasi Timur ini membuktikan bahwa pengawasan di titik-titik rawan harus diperketat. Tanpa pengawasan ketat, kecelakaan kereta api akan terus menjadi ancaman bagi ribuan penumpang KRL maupun kereta jarak jauh setiap harinya.
Meski melontarkan kritik pedas, Mori Hanafi tetap memberikan apresiasi tinggi atas gerak cepat tim gabungan dalam menangani kecelakaan kereta api di Bekasi. Ia berterima kasih kepada Presiden, jajaran Basarnas, TNI, Polri, hingga Kemenhub yang sigap melakukan evakuasi di lintas KRL dan Stasiun Bekasi Timur sehingga gangguan tidak meluas lebih lama.
"Respons cepat ini adalah bukti kehadiran negara. Namun, momentum kecelakaan kereta api di Bekasi ini harus menjadi titik balik pembenahan serius. Kita butuh sistem keselamatan transportasi yang sistemik, bukan sekadar penanganan darurat saat musibah sudah terjadi," pungkas Mori Hanafi.
Editor : Pujo Nugroho