Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Rekreasi Mandiri, Bus Sewaan Jamaah Tabrakan Akibatnya Satu Jamaah Masih Dirawat di RS

Redaksi • Kamis, 30 April 2026 | 11:07 WIB
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) M. Hasan Afandi (KEMENHAJ)
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) M. Hasan Afandi (KEMENHAJ)

LombokPost - Dua bus yang disewa dua rombongan jamaah haji Indonesia bertabrakan saat rekreasi mandiri ke Jabal Magnet, sekitar 60 kilometer barat laut Madinah, Arab Saudi.

Akibatnya, 10 orang mengalami luka ringan.

Kedua rombongan itu dari kloter SUB-02 dan JKS-01. Kloter SUB 02 dari Probolinggo, Jawa Timur.

Baca Juga: Dua Pesawat Saudia Airlines Alami Masalah Teknis, Menhaj Irfan Yusuf Berang: Layangkan Teguran Keras dan Pastikan Hak Jamaah Terpenuhi

Sedangkan JKS-01 dari Kota Bekasi, Jawa Barat. 

Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) M. Hasan Afandi menyebut, dari informasi yang terkumpul, saat bus rombongan JKS-01 tengah berbelok, ditabrak di bagian lambung oleh bus rombongan SUB-02.

Hasan memastikan kalau seluruh jamaah dalam kondisi selamat.

Baca Juga: DPR Ingatkan Menhaj soal War Tiket Haji, Jangan Sampai seperti Kasus Eks Menag Yaqut

Insiden itu terjadi Selasa (28/4) sekitar pukul 10.30 waktu setempat.

Tapi, sebanyak tujuh jamaah kloter JKS-01, dua jamaah kloter SUB-02, serta satu pengurus Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Nurul Haramain (SUB-02) mengalami luka ringan.

Hasan menambahkan, seluruh jamaah yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis dan pendampingan dari petugas.

Baca Juga: Antrean Haji Tembus 26 Tahun, Menhaj Mochamad Irfan Yusuf Siapkan Skema War Tiket

"Saat ini, satu jamaah atas nama Sri Sugi Hartini dari kloter SUB-02 masih menjalani perawatan di RS Al Hayyat, Quba, Madinah," ujarnya, Rabu (29/4).

Kemenhaj memastikan bahwa kondisi para jamaah terus dipantau secara intensif dan seluruh kebutuhan medis maupun logistik terpenuhi dengan baik.

"Seluruh KBIHU wajib berkoordinasi dengan petugas, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta mengutamakan keselamatan jamaah dalam setiap aktivitas," tegasnya.

Pemerintah sejatinya sudah memfasilitasi kegiatan ziarah ke sejumlah lokasi ibadah di Madinah sebagai bagian dari layanan jamaah, seperti ziarah ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, dan Jabal Uhud.

Namun, paket ziarah tersebut tidak sampai ke Jabal Magnet. Hal itu yang membuat jamaah dari dua kloter tersebut secara mandiri menyewa bus sendiri. (wan/mia/ttg/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#bus rombongan #luka ringan #Haji #petugas #Kemenhaj