LombokPost – Digitalisasi pendidikan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mencatatkan capaian signifikan dalam waktu singkat.
Sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mendistribusikan Papan Interaktif Digital (PID) ke lebih dari 288.000 satuan pendidikan di seluruh pelosok Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pembaruan infrastruktur fisik dan digital merupakan kunci utama untuk mendongkrak motivasi belajar siswa serta kualitas pengajaran guru.
Baca Juga: Hardiknas 2026: Kemendikdasmen Resmi Terapkan "Deep Learning" Sebagai Program Prioritas
Penggunaan papan interaktif ini diharapkan mampu mengubah suasana kelas menjadi lebih dinamis, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan teknologi global.
Infrastruktur fisik yang nyaman dan sarana digital yang memadai adalah faktor krusial yang mendukung keberhasilan belajar.
“Kita ingin setiap anak Indonesia merasakan pengalaman belajar yang modern," ujar Abdul Mu’ti pada peringatan Hardiknas 2026.
Baca Juga: Kabar Gembira bagi Guru: Kuota Beasiswa S1 Ditargetkan untuk 150 Ribu Orang di 2026
Selain percepatan digitalisasi, pemerintah juga memberikan perhatian besar pada aspek fisik bangunan sekolah.
Tercatat sebanyak 16.167 satuan pendidikan telah selesai direvitalisasi sepanjang tahun 2025.
Program ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar dengan konsep ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Langkah masif ini merupakan bagian dari komitmen kementerian untuk memastikan bahwa "pendidikan bermutu untuk semua" bukan sekadar slogan, melainkan realitas yang didukung oleh sarana prasarana yang tangguh.
Melalui integrasi teknologi PID dan lingkungan sekolah yang nyaman, pemerintah optimis standar kualitas pendidikan nasional akan meningkat secara merata dari perkotaan hingga daerah tertinggal.
Digitalisasi pendidikan di era Presiden Prabowo Subianto menunjukkan capaian signifikan.
Sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), pemerintah telah mendistribusikan Papan Interaktif Digital (PID) ke lebih dari 288.000 satuan pendidikan.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan bahwa infrastruktur fisik dan digital adalah kunci motivasi belajar.
Selain digitalisasi, tercatat 16.167 sekolah telah direvitalisasi agar tercipta lingkungan belajar yang aman, sehat, resik, dan indah (ASRI).
Editor : Redaksi Lombok Post Online