LombokPost - Hubungan ekonomi antara dua negara serumpun, Indonesia dan Malaysia, dipastikan bakal semakin solid.
Bank Indonesia (BI) dan Bank Negara Malaysia (BNM) resmi menandatangani Nota Kesepahaman (NK) baru untuk memperdalam kerangka kerja sama bilateral di berbagai lini strategis kebanksentralan, Senin (11/5).
Langkah ini bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan komitmen nyata untuk memperkuat "benteng" ekonomi kedua negara di tengah lanskap geopolitik global yang kian menantang.
Baca Juga: Rupiah Sentuh Rp 17.300 per USD, Bank Indonesia Perkuat Intervensi
Cakupan kerja sama ini sangat luas, mulai dari kebijakan moneter, stabilitas keuangan makroprudensial, hingga urusan sistem pembayaran dan digitalisasi yang kini tengah menjadi tren.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa NK ini merupakan tonggak sejarah penting yang lebih dari sekadar komitmen simbolis.
"Ini merupakan bukti semangat berkelanjutan untuk memperkuat hubungan kelembagaan dan memperdalam kerja sama bilateral, terutama saat kita menghadapi tantangan geopolitik saat ini," ujar Perry dengan nada optimistis.
Baca Juga: Rebutan! 55 Kuota Beasiswa Bank Indonesia 2026 Dibuka di Universitas Bumigora, Ini Keuntungannya
Fokus ke Masa Depan Digital
Senada dengan Perry, Gubernur Bank Negara Malaysia, Dato' Abdul Rasheed Ghaffour, menyebutkan bahwa kemitraan jangka panjang ini akan terus berevolusi.
Selain memperkuat fondasi yang sudah ada, kedua bank sentral juga akan menjajaki bidang-bidang baru yang menjadi kepentingan bersama di masa depan.
Baca Juga: Stabilisasi Harga Pasar, Bank Indonesia Panen Raya Cabai Rawit Petani Binaan di KLU
"NK ini menegaskan kembali kemitraan jangka panjang antara BNM dan BI. Kami berkomitmen untuk memperdalam kerja sama ke bidang-bidang baru," ungkap Dato' Abdul Rasheed.
Sinergi di Tengah Ketidakpastian
Penandatanganan kesepakatan ini diharapkan mampu menciptakan efek sinergis yang kokoh bagi stabilitas sistem keuangan di kawasan. Selain pertukaran informasi yang lebih intens, kedua lembaga juga bersepakat dalam inisiatif pengembangan kapasitas pegawai serta pengembangan sektor keuangan secara umum.
Dengan payung hukum yang lebih kuat ini, BI dan BNM membuka jalan bagi terciptanya sistem keuangan yang lebih inklusif dan efisien di kedua negara. Langkah strategis ini juga menjadi sinyal positif bagi pasar bahwa otoritas moneter di Asia Tenggara tetap solid menjaga stabilitas meski diterjang ketidakpastian global.
Editor : Redaksi Lombok Post Online