
LombokPost – Implementasi sistem pembayaran digital lintas batas mengalami lompatan besar.
Bank Indonesia (BI) mencatat ekspansi QRIS Antarnegara kini tidak lagi sekadar menjadi sistem pembayaran nasional, melainkan telah bertransformasi menjadi jejaring pembayaran regional yang solid di kawasan Asia.
Langkah ini mempertegas komitmen BI dalam mendukung efisiensi transaksi, memperkuat stabilitas ekonomi melalui penggunaan mata uang lokal (local currency settlement), serta mendongkrak sektor pariwisata dan UMKM di tingkat global.
Jangkau Sembilan Negara Asia
Konektivitas sistem pembayaran berbasis kode QR ini terus memperluas daya jangkaunya. Hingga saat ini, interkoneksi QRIS telah aktif dan memfasilitasi transaksi di sembilan negara mitra strategis di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, yang meliputi banyak negara.
Kawasan ASEAN: Malaysia (DuitNow QR), Singapura (NETS QR), Thailand (PromptPay), Filipina, Vietnam, Laos, dan Brunei Darussalam.
Kawasan Asia Timur: Jepang (JPQR Global) yang kini statusnya telah resmi beroperasi penuh (go-live), serta Tiongkok (UnionPay dan Alipay) yang tengah memasuki fase uji coba terbatas (sandbox).
Perluasan koridor ini membuat peta pembayaran lintas batas di Asia kian nyata.
Bagi para pelancong, inovasi ini menawarkan perjalanan yang jauh lebih praktis dan ringan karena mereka cukup membawa ponsel dengan aplikasi pembayaran Indonesia untuk bertransaksi di luar negeri.
Keuntungan Ganda bagi Pelaku Usaha Lokal
Bagi para pelaku usaha dan merchant di Indonesia khususnya sektor UMKM yang menjadi pilar pariwisata ekspansi regional ini membuka kanal transaksi baru yang sangat menguntungkan.
Sistem ini menawarkan biaya operasional yang jauh lebih murah dibandingkan dengan kanal pembayaran internasional tradisional, sekaligus membuka peluang pasar yang luas untuk menjangkau jutaan wisatawan asing yang datang ke tanah air.
Hebatnya lagi, merchant tidak perlu mengganti perangkat atau stiker QRIS yang sudah ada. Setiap transaksi dari turis asing akan dikonversi secara otomatis, sehingga pelaku usaha di Indonesia tetap menerima pembayaran dalam mata uang Rupiah tanpa dikenakan biaya tambahan.
Tantangan Menuju Rujukan Global
Meskipun menunjukkan progres yang sangat positif, integrasi sistem pembayaran lintas yurisdiksi ini masih menghadapi sejumlah tantangan operasional di lapangan. Beberapa fokus utama yang kini terus disempurnakan antara lain:
Konsistensi Pengalaman Pengguna: Memastikan kelancaran proses pemindaian dan stabilitas aplikasi di setiap negara mitra.
Tata Kelola Data: Menyelaraskan regulasi perlindungan data yang berbeda di setiap yurisdiksi negara.
Dengan menjaga momentum integrasi, transparansi biaya, serta penguatan sistem keamanan, QRIS Antarnegara optimistis mampu menjadi model best practice bagi konektivitas pembayaran di Asia, sekaligus menjadi rujukan standar di tingkat global pada masa mendatang.
Editor : Redaksi Lombok Post Online