Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Penyerahan Alutsista Baru Jadi Tonggak Penguatan Kedaulatan di Tengah Ketidakpastian Global

Nurul Hidayati • Senin, 18 Mei 2026 | 13:28 WIB
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru merupakan tonggak krusial dalam menjaga kedaulatan negara. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memastikan stabilitas nasional di tengah dinamika geopolitik dunia yang penuh tantangan.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru merupakan tonggak krusial dalam menjaga kedaulatan negara. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memastikan stabilitas nasional di tengah dinamika geopolitik dunia yang penuh tantangan.

LombokPost - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa penambahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) baru merupakan tonggak krusial dalam menjaga kedaulatan negara.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memastikan stabilitas nasional di tengah dinamika geopolitik dunia yang penuh tantangan.

Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara usai memimpin upacara penyerahan sejumlah alutsista modern di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (18/5).

Baca Juga: Kemhan dan TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM Terukur, Alutsista Tetap Prioritas Utama

Adapun deretan persenjataan mutakhir yang resmi diserahkan meliputi:

Wahana Udara: 6 unit pesawat Multi-Role Combat Aircraft (MRCA) Rafale, 4 unit pesawat Falcon 8X, dan 1 unit pesawat angkut Airbus A400M MRTT.

Sistem Persenjataan: 1 unit missile meteor serta 6 unit smart weapon hammer.

Baca Juga: Kebanggaan Alutsista Lokal: Kemhan Borong 30 Unit KSOT Produksi PT PAL Usai Uji Tembak Torpedo Piranha

Sistem Deteksi: 1 unit radar Ground Controlled Interception (GCI) GM403.

"Ini saya kira salah satu tonggak penambahan kekuatan. Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri," tegas Presiden Prabowo.

Efek Gentar dan Jaminan Stabilitas Nasional

Baca Juga: HUT ke-80 TNI di Monas Bakal Jadi Parade Militer Terbesar, Ini Rincian Jumlah Alutsista dan Prajurit yang Hadir

Menurut Presiden Prabowo, penguatan di sektor pertahanan merupakan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar agar Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global.

Di tengah kondisi dunia yang penuh ketidakpastian, kekuatan militer yang memadai berfungsi sebagai instrumen vital untuk melindungi kepentingan strategis nasional.

Pemerintah berkomitmen bahwa pembangunan kekuatan pertahanan ini akan terus dilanjutkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Fokus modernisasi ke depan tidak hanya bertumpu pada satu sektor, melainkan mencakup pengamanan komprehensif di seluruh matra pertahanan demi kedaulatan yang utuh.

“Dalam waktu yang akan datang, terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita,” pungkasnya.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#Pertahanan Nasional #Alutsista #Presiden Prabowo #geopolitik #tni au