LombokPost - PADA Senin (18/5), Herman Budianto Sudarsono masih melakukan siaran langsung di akun Instagram pribadinya.
Pria kelahiran Ponorogo, Jawa Timur, 50 tahun lalu tersebut menyebut, drone mengintai Kapal Zapyro yang ditumpanginya.
Situasi di Laut Mediterania saat itu memang tengah genting.
Baca Juga: Indonesia Minta Bantuan Jordania dan Turki, Pastikan Keamanan 9 WNI yang Diculik Israel
Sejumlah aktivis Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla diculik Pasukan Pertahanan Israel (IDF) setelah kapal mereka dibajak.
Termasuk yang menjadi korban beberapa perwakilan Indonesia, empat di antaranya wartawan.
Dan benar saja, keesokan paginya, dua kapal perang IDF mendekati kapal yang dinaiki Herman yang sebenarnya berada di perairan internasional.
Baca Juga: 4 WNI yang Lolos Penyergapan Israel Masih Rawan, Dewan Pers Kecam Tindakan Militer Israel
Kapal dibajak dan relawan Dompet Dhuafa itu diculik, termasuk kompatriotnya yang satu kapal dengannya, Ronggo Wirasanu.
Mengutip Radar Ponorogo Grup Jawa Pos, sampai Kamis (21/5), keluarga di Ponorogo belum mendengar kabar dari Herman.
Keluarga terakhir kali berkomunikasi dengannya pada 21 April lalu. Saat itu, dia sempat berpamitan melalui WhatsApp Group (WAG) keluarga sebelum berangkat menuju Palestina melalui Turki dengan menumpang Kapal Zapyro.
Baca Juga: Kapal Dicegat Sebanyak 9 WNI Diculik Militer Israel, Abaikan Hukum Maritim Internasional
“Dia cuma pamit di grup keluarga saja. Karena memang sering ke luar negeri, jadi kami menganggap biasa,” kata Diah Puspasari adik kandung Herman.
Keberangkatan Herman ke Palestina murni dilandasi misi kemanusiaan. Dia sudah beberapa kali mengikuti misi kemanusiaan ke wilayah konflik.
Lahir di Ponorogo, saat ini dia berdomisili di Kota Depok, Jawa Barat.
Pulang setahun sekali ke kampung halaman, ayah 10 anak tersebut dikenal aktif menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. Dia juga terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan sejak lulus SMA pada 1992 silam.
“Ini sudah dua atau tiga kali ke Palestina. Mereka berangkat karena ingin mengingatkan bahwa Palestina ini belum merdeka,” terangnya. (gen/kid/ttg/JPG/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online