Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bawa-Bawa Konflik Timur Tengah, Istana Beberkan Misi Rahasia Diplomasi Prabowo

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 2 Juni 2026 | 11:20 WIB
Gambaran diplomasi Presiden Prabowo seperti di dalam video klarifikasi Seskab Teddy.
Gambaran diplomasi Presiden Prabowo seperti di dalam video klarifikasi Seskab Teddy.

 

LombokPost – Istana Kepresidenan bereaksi terhadap kritik yang menyebut bahwa kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto hanya bersifat seremonial. Isu ini mencuat setelah diplomat senior Dino Patti Djalal melayangkan kritik mengenai masifnya frekuensi perjalanan internasional yang dilakukan oleh Kepala Negara.

​Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan pandangan yang menilai kunjungan tersebut sekadar ajang gagah-gahanan adalah sebuah kekeliruan besar. Menurutnya, publik harus melihat konteks geopolitik global yang sedang tidak menentu sebagai latar belakang utama.

​Teddy menjelaskan Presiden Prabowo mulai menakhodai Indonesia di tengah situasi dunia yang sedang didera berbagai krisis multidimensi. Ketegangan bersenjata dan konflik politik di berbagai belahan dunia menuntut Indonesia untuk tidak tinggal diam dan bersikap pasif.

​"Jadi Presiden Prabowo itu adalah presiden baru yang mulai menjabat saat dunia sedang krisis. Sebelumnya ada konflik di Ukraina, ada di Venezuela, kemudian sekarang ada di Iran dan Timur Tengah. Itu terlibat Saudi, Qatar, Bahrain, UAE, dan lain sebagainya. Jadi setiap pemimpin tentunya harus bangun hubungan yang dekat antar pemimpin dunia. Dan kita tidak bisa hanya mengandalkan saat krisis baru kita minta bantuan. Tidak. Kita harus panen hubungan yang baik, lalu bila suatu saat ada kondisi mendesak, Kita bisa minta bantuan dan begitu pula sebaliknya," urai Teddy, seperti dikutip Selasa (2/6/2026). 

 

​Pemerintah menekankan, jalinan komunikasi antar-pemimpin negara tidak bisa dibangun secara instan dalam semalam. Diperlukan investasi waktu dan pertemuan tatap muka yang intens agar tercipta rasa saling percaya di antara para kepala negara.

​Oleh karena itu, Teddy menyebut pendekatan personal yang dilakukan oleh Presiden Prabowo merupakan strategi diplomasi yang sangat krusial. Pendekatan ini dilakukan melalui berbagai saluran, baik yang terekspos oleh media massa maupun pertemuan yang bersifat tertutup.

​"Untuk itu perlu kedekatan pribadi, kedekatan emosional antar pemimpin, baik secara langsung diliput media ataupun tertutup. Nah itulah diplomasi. Jadi salah besar kalau dibilang hanya gagah-gagahan, seremonial," tegas Seskab.

 

​Lebih jauh, Istana menyatakan diplomasi modern tidak lagi terjebak pada formalitas protokoler yang kaku. Kehadiran fisik seorang presiden di negara-negara mitra strategis menjadi sinyal kuat posisi tawar Indonesia di panggung internasional.

​Teddy pun meminta agar semua pihak bersikap objektif dan melihat hasil nyata yang telah ditorehkan oleh pemerintah dari aktivitas luar negeri tersebut. Segala langkah diplomasi yang diambil selalu bermuara pada kepentingan perlindungan rakyat dan stabilitas nasional.

 

Baca Juga: Sentil Era Dino Patti, Seskab Teddy Sebut Rombongan Prabowo Dipangkas Separo

 

​"Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam satu setengah tahun terakhir ini," ujar Teddy.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Teddy Indra Wijaya #diplomasi presiden prabowo #kritik dino patti djalal