Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Drama Penggeledahan BGN: Kejagung Obok-Obok Kantor BGN Sejak Pukul 02.00 Subuh, Muncul Karangan Bunga Unik Gema Kosgoro Sentil Dadan Cs Yang Dipecat!

Nurul Hidayati • Rabu, 3 Juni 2026 | 12:39 WIB
Karangan Bunga Terima Kasih atas Pencopotan Pimpinan BGN menjadi salah satu sindiran. (Jawa Pos)
Karangan Bunga Terima Kasih atas Pencopotan Pimpinan BGN menjadi salah satu sindiran. (Jawa Pos)

LombokPost - Prahara yang menimpa Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, semakin menunjukkan drama yang menyedot perhatian publik.

Setelah dikejutkan oleh aksi penggeledahan senyap oleh tim penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung sejak Rabu (3/6) dini hari, situasi di luar gedung justru dihiasi pemandangan satir yang mendadak viral.

Sebuah karangan bunga dengan kalimat menohok berdiri tegak di antara deretan ucapan selamat untuk pimpinan baru BGN.

Baca Juga: Gantikan Dadan Hindayana, Jurnalis Senior Ini Diangkat Jadi Kepala BGN 

Karangan bunga yang dikirimkan oleh Gema Kosgoro tersebut secara blak-blakan menyentil dan meluapkan ekspresi atas pencopotan tiga pucuk pimpinan lama BGN sekaligus.

"Terima kasih bapak Presiden atas dipecatnya Dadan - Sony - Lodewyk. Selamat bertugas pimpinan BGN yang baru. Gema Kosgoro," bunyi tulisan pada karangan bunga unik yang mencuri perhatian di halaman kantor BGN tersebut.

Sebagaimana diketahui, Presiden Prabowo Subianto baru saja melakukan langkah ekstrem dengan merombak total struktur pimpinan lembaga ini pada Selasa (2/6). Jabatan Kepala BGN kini beralih ke tangan Nanik S. Deyang, menggantikan Dadan Hindayana. Sementara posisi dua wakil kepala kini diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, mendepak Lodewyk Pusung serta Sonny Sanjaya.

Baca Juga: Lakukan Evaluasi Tata Kelola dan Kualitas Program, Presiden Prabowo Ganti Kepala BGN

Operasi Senyap Korps Adhyaksa Sejak Pukul 02.00 WIB

Ketegangan di internal BGN sejatinya telah memuncak beberapa jam sebelum para pegawai berangkat kerja. Berdasarkan informasi dari petugas keamanan di lokasi, tim penyidik Kejagung diketahui sudah merapat dan mengamankan area perkantoran sejak pukul 02.00 WIB dini hari.

Dampaknya, saat jam kantor dimulai, puluhan karyawan BGN telantar di area lobi dan parkir kendaraan. Tiga petugas keamanan berjaga ketat di pintu pagar utama. Meski para pegawai diperbolehkan masuk ke area halaman, mereka dilarang keras melangkah ke dalam gedung utama yang sedang diobok-obok jaksa penyidik. Pembatasan ketat ini juga berlaku bagi awak media yang tertahan di luar gerbang hingga menjelang siang hari.

Baca Juga: BGN dan Polda NTB Ungkap Dugaan Penipuan Dapur MBG di Lombok Timur, Korban Rugi Rp 950 Juta

Plh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Mochamad Jeffry, membenarkan bahwa operasi subuh tersebut dilakukan dalam rangka berburu barang bukti perkara hukum.

"Penyidik Pidsus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung benar melakukan geledah di kantor BGN," kata Jeffry saat memberikan konfirmasi, Rabu (3/6).

Rapor Merah Pengelolaan Anggaran BGN

Kendati Kejagung masih menutup rapat detail perkara spesifik maupun rincian dokumen yang disita, dugaan kuat mengarah pada skandal korupsi kakap. Sebelum penggeledahan ini terjadi, internal BGN memang santer diterpa isu miring.

Lembaga ini kerap banjir kritik dari publik karena beberapa kebijakannya dinilai menghambur-hamburkan anggaran negara secara tidak efisien, ditambah lagi sempat beredarnya rumor Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap oknum pejabat teras.

Bagaimana Nasib Program Makan Bergizi Gratis?

Di tengah badai hukum dan guncangan politik internal yang luar biasa ini, pemerintah pusat langsung mengeluarkan pernyataan guna menenangkan masyarakat. Istana memberikan garansi penuh bahwa perombakan manajemen kilat serta proses hukum yang sedang berjalan di Kejagung dijamin tidak akan mengganggu atau menghentikan jalannya Program Makan Bergizi Gratis.

Program pemenuhan gizi nasional tersebut dipastikan tetap berjalan normal karena statusnya sebagai program prioritas nasional yang tidak boleh mandek.

Hingga berita ini diturunkan, baik pihak Kejaksaan Agung maupun manajemen baru BGN masih belum memberikan keterangan pers lanjutan mengenai detail aset ataupun dokumen yang diangkut oleh penyidik.

Editor : Redaksi Lombok Post Online
#Penggeledahan Kantor BGN #Karangan Bunga BGN #Korupsi Badan Gizi Nasional #Dadan Hindayana Dicopot #Pidsus Kejaksaan Agung