
LombokPost – Panggung kepemimpinan Dadan Hindayana di Badan Gizi Nasional (BGN) resmi berakhir ironis. Hanya berselang beberapa jam sebelum Kantor BGN digeledah oleh tim penyidik JAM Pidsus Kejaksaan Agung pada Rabu (3/6) subuh, Presiden Prabowo Subianto telah lebih dulu mendepak Dadan dari kursi Kepala BGN pada Selasa (2/6) malam.
Keputusan ekstrem pencopotan ini merupakan hasil evaluasi total terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama satu setengah tahun terakhir. Namun di luar urusan evaluasi kerja dan isu hukum, publik tidak akan lupa pada rekam jejak (track record) Dadan yang berulang kali memicu polemik lewat pernyataan-pernyataan kontroversialnya.
Merangkum data dari berbagai sumber, berikut adalah 5 ucapan paling kontroversial eks Kepala BGN Dadan Hindayana yang sempat membuat dahi publik berkerut.
1. Doktrin Susu Dua Liter Sehari
Saat menghadiri acara di Pondok Pesantren Syaichona Muhammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, pada 29 Mei 2025, Dadan membuat pernyataan mengejutkan dengan menganjurkan konsumsi dua liter susu per hari untuk menunjang pertumbuhan anak.
Meski ia mengklarifikasi bahwa angka tersebut berdasarkan pengalaman pribadinya dalam membesarkan anak dan bukan anjuran resmi, ucapan ini dikritik karena dianggap tidak realistis secara anggaran jika diterapkan pada program nasional berskala mikro.
Baca Juga: Gantikan Dadan Hindayana, Jurnalis Senior Ini Diangkat Jadi Kepala BGN
2. Paling Absurd: Ulat Sagu dan Belalang Jadi Menu MBG
Ini adalah pernyataan yang paling banyak menuai kecaman dan dianggap paling absurd oleh publik.
Pada Sabtu (24/1/2025), Dadan membuka opsi untuk memasukkan serangga seperti belalang hingga ulat sagu sebagai sumber protein alternatif dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) demi menyesuaikan potensi kearifan lokal di beberapa daerah.
"Mungkin saja ada daerah yang suka makan serangga, belalang, ulat sagu. Tapi itu contoh bahwa Badan Gizi ini tidak menetapkan standar menu nasional, tetapi standar komposisi gizi," tutur Dadan kala itu.
3. Viral Pengadaan Motor Listrik Dinas
Internal BGN sempat dihantam kritik tajam setelah foto sepeda motor listrik berlogo BGN viral di media sosial. Di tengah sorotan publik terkait efisiensi anggaran, Dadan berdalih pada Selasa (7/4/2026) bahwa pengadaan kendaraan ramah lingkungan tersebut sudah direncanakan dalam plafon anggaran 2025 untuk mendukung mobilitas Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di lapangan.
4. Borong Jasa Event Organizer (EO) Profesional
Alih-alih memaksimalkan kinerja struktur aparatur sipil negara (ASN) yang ada, BGN di bawah komando Dadan justru mengumumkan pengadaan jasa Event Organizer (EO) pada Sabtu (11/4/2026). Dadan beralasan bahwa BGN di fase awal pembentukannya belum memiliki keahlian solid dalam manajemen acara, pengelolaan teknis lapangan, hingga mitigasi risiko, sehingga memerlukan sokongan vendor swasta pihak ketiga agar kegiatan berjalan terstandar. Langkah ini dinilai publik sebagai bentuk pemborosan anggaran negara.
5. Kebelet Ekspansi MBG ke Arab Saudi
Kontroversi terakhir menggelinding persis satu hari sebelum dirinya didepak oleh Presiden, yakni pada Senin (1/6/2026). Di saat program MBG di dalam negeri belum sepenuhnya merata dan belum menyentuh seluruh daerah tertinggal, Dadan justru melontarkan rencana untuk mengeksplorasi dan menjajaki distribusi Makan Bergizi Gratis hingga ke Jeddah, Arab Saudi. Alasan Dadan, di sana terdapat 1.081 anak pekerja migran Indonesia yang bersekolah di Sekolah Indonesia Jeddah yang dinilainya juga berhak mendapatkan fasilitas tersebut.
Kini, estafet kepemimpinan telah dialihkan secara kilat kepada Nanik S. Deyang. Publik kini menunggu apakah di bawah komando manajemen baru, BGN akan membersihkan diri dari kebijakan-kebijakan kontroversial warisan Dadan Cs, sekaligus menyelesaikan sengkarut hukum yang saat ini tengah dibidik oleh Kejaksaan Agung.
Editor : Redaksi Lombok Post Online