LombokPost-Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (3/6) malam. Kedatangannya berkaitan dengan rangkaian operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat.
Silmy tiba di gedung KPK sekitar pukul 22.35 WIB. Ia datang bersama sejumlah ajudan. Silmy memilih tidak banyak berbicara saat dicecar pertanyaan awak media.
KPK sebelumnya meminta Silmy bersikap kooperatif. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, informasi terakhir yang diterima KPK menyebut keberadaan Silmy berada di Jakarta dan sekitarnya.
“Informasi terakhir yang kami dapatkan, keberadaan SK ada di Jakarta dan sekitarnya,” ucap Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (3/6) malam.
Budi mengatakan, KPK meminta Silmy membantu proses hukum yang sedang berjalan. KPK menyebut dugaan tindak pidana dalam perkara ini terjadi saat Silmy menjabat Direktur Jenderal Imigrasi pada 2023-2024.
Silmy kemudian datang ke KPK dan langsung menjalani pemeriksaan. KPK belum menjelaskan secara rinci kaitan Silmy dalam rangkaian OTT Imigrasi Jakarta Barat.
Dalam operasi itu, KPK mengamankan 17 orang. Mereka terdiri atas delapan penyelenggara negara dan pegawai negeri sipil (PNS), serta sembilan orang dari pihak swasta.
Baca Juga: Ini Gaya Silmy Karim saat Jadi Petugas Konter Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta
Budi menjelaskan, para pihak yang diamankan berasal dari sejumlah wilayah. Dua orang dari pihak swasta diamankan di Bali. Satu penyelenggara negara diamankan di Jawa Barat. Sementara pihak lainnya diamankan di Jakarta dan sekitarnya.
Kedatangan Silmy ke KPK sempat diwarnai kericuhan. Sejumlah pengawal Silmy disebut sempat menghalangi kerja awak media saat wartawan berupaya meminta keterangan.
KPK hingga kini masih mendalami perkara ini. Para pihak yang diamankan menjalani pemeriksaan untuk menentukan status hukum masing-masing.
Editor : Akbar Sirinawa