LombokPost - Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi, memberikan pernyataan menohok terkait dinamika di jajaran pemerintahan.
Ia menegaskan tidak ada satu pun pihak yang kebal hukum, termasuk dalam pelaksanaan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Setiap pejabat publik diingatkan untuk mutlak tunduk pada aturan main dan arahan tegas Presiden.
Baca Juga: Kejagung Ungkap Penyelidikan Korupsi MBG Dimulai Sebelum Dadan Dicopot
Pernyataan keras ini mencuat sebagai respons atas penetapan status tersangka terhadap mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, serta dua wakilnya, Sony Sanjaya dan Lodewyk Pusung.
Hasan menggarisbawahi bahwa kedekatan personal atau posisi strategis dengan kepala negara sama sekali tidak bisa menjadi perisai untuk menabrak ketentuan hukum maupun etika pemerintahan. Presiden menginginkan seluruh program strategis berjalan bersih demi kemaslahatan masyarakat luas.
“Di mata presiden, di mata hukum kita, nggak ada orang yang kebal hukum. Tidak ada orang yang tidak bisa digantikan oleh orang lain, dan jarak terhadap presiden, proximity terhadap presiden, kedekatan dengan presiden nggak bisa dijadikan untuk melakukan hal-hal yang sudah jelas-jelas dilarang oleh Presiden,” kata Hasan Nasbi sebagaimana unggahan pada media sosial TikTok, Minggu (7/6).
Baca Juga: Prabowo Pernah Puji Dadan Patriot, MBG Sudah Jangkau 63,1 Juta Lebih Penerima Manfaat
Menyusul kekosongan kursi kepemimpinan, Hasan menyampaikan bahwa Presiden bergerak cepat dengan menunjuk pimpinan baru, yakni Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN. Langkah ini diambil guna memperkuat sekaligus memastikan program MBG berjalan lebih kokoh ke depan.
Hasan mengaku memiliki kedekatan personal yang cukup intens dengan Nanik S. Deyang dalam beberapa bulan terakhir. Keduanya sempat sama-sama mengemban amanah sebagai komisaris di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pasca-masa tugas Hasan di Kantor Komunikasi Kepresidenan berakhir.
“Saya pribadi kenal beliau, mungkin kenal intensif dengan beliau selama 8 bulan terakhir, kebetulan setelah saya tidak lagi menjabat di Kantor Komunikasi Kepresidenan, saya kemudian diangkat menjadi komisaris di salah satu BUMN, dan beliau juga merupakan komisaris di BUMN yang sama, dari interaksi kita, dari interaksi saya dengan beliau selama 8 bulan terakhir, saya bisa melihat keseriusan beliau untuk membenahi program prioritas presiden,” tutur Hasan.
Di mata Hasan, penunjukan Nanik S. Deyang menjadi bukti otentik komitmen Presiden untuk menjaga marwah program MBG agar tetap lurus pada tujuan awal: mendongkrak kualitas gizi masyarakat dan memantapkan pelayanan publik. Ia menaruh optimisme tinggi bahwa nakhoda baru ini mampu menyisir dan memperbaiki benang kusut yang sempat muncul pada pelaksanaan sebelumnya.
Menutup pernyataannya, Hasan melempar sindiran tajam mengenai pentingnya merawat loyalitas atas mandat yang diberikan oleh pimpinan tertinggi negara. Kepercayaan besar Presiden, menurutnya, sudah sepatutnya dijawab dengan integritas kerja, bukan justru disalahgunakan untuk kepentingan murni yang merusak.
“Saya juga melihat sayangnya presiden itu berbalas, jadi kan ada, jadi kali ini kita bisa bilang bahwa kemarin itu sayangnya presiden, presiden sayang sama orang itu, orang itu nggak sayang sama presiden,” pungkasnya.
Editor : Redaksi Lombok Post Online