LombokPost – Koperasi Produsen Agro Niaga Jabung (KAN Jabung Syariah Jawa Timur) kini berdiri tegak sebagai salah satu role model koperasi modern tersukses di Indonesia.
Dipimpin oleh jajaran manajemen dan OJK Malang, koperasi yang saat ini dimiliki oleh sekitar 2.434 orang anggota tersebut menyimpan rekam jejak sejarah transformasi yang luar biasa.
Siapa sangka, koperasi raksasa ini dahulunya pernah berada di titik nadir dan nyaris gulung tikar.
Baca Juga: Dibangun Sebelah Kandang Sapi, Kades Minta BGN Evaluasi Dapur MBG Langko
"Berdiri sejak 27 Mei 1979 dengan nama KUD Jabung," kata Ketua II KAN Jabung, Imam Farid Hamzah.
Koperasi ini sempat didera keterbatasan kualitas SDM dan ketidakjelasan visi.
Puncaknya terjadi pada tahun 1984, di mana terjadi mismanagement berkepanjangan yang membuat KUD Jabung terlilit utang besar, menunggak kredit bank, hingga tidak mampu membayar kewajiban kepada anggotanya sendiri.
Baca Juga: Jaga Status Bebas LSD, NTB Tolak Sapi Balik dari Jawa
Bahkan, jika seluruh aset kekayaan koperasi dijual pada saat itu, nilainya tidak akan cukup untuk menutup utang yang ada.
Lini Masa Kebangkitan: Dari Utang Menumpuk hingga Koperasi Terbaik Nasional
Melalui komitmen kuat untuk mengencangkan ikat pinggang dan memprioritaskan anggaran pada sektor produktif, KAN Jabung berhasil membalikkan keadaan lewat beberapa fase krusial.
Tahun 1985 (Restrukturisasi Kepercayaan): Manajemen baru mulai berbenah dengan melakukan pendekatan door-to-door ke rumah anggota untuk membangun kembali kepercayaan yang sempat runtuh.
Langkah ini dibarengi dengan penyusunan ulang tahapan pembayaran utang bank secara realistis serta menghidupkan kembali unit usaha tebu rakyat.
Tahun 1987 & 1989 (Era Penghargaan & Diversifikasi): Kerja keras tersebut membuahkan hasil hingga KUD Jabung dinobatkan sebagai KUD Terbaik Nasional 1987.
Momentum ini dimanfaatkan untuk merintis unit usaha simpan pinjam, pertokoan, hingga mendirikan koperasi susu pada akhir 1989.
Tahun 1998 & 2001 (Transformasi Jati Diri): KUD Jabung resmi berganti nama menjadi Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung.
Pada tahun 2001, dilakukan perombakan besar-besaran meliputi amendemen AD/ART, uji kompetensi total karyawan, penataan ulang desain bisnis, hingga her-registrasi anggota.
Tahun 2007 & 2013 (Puncak Prestasi): Berkat konsistensi manajemen, KAN Jabung Syariah Jawa Timur sukses menyabet penghargaan sebagai Koperasi Produsen Berprestasi Terbaik Tingkat Nasional berturut-turut pada tahun 2007 dan 2013.
OJK Lirik Peluang Duplikasi Sukses KAN Jabung di NTB
Keberhasilan manajemen KAN Jabung dalam mengelola ekosistem bisnis hulu-hilir kini menarik perhatian serius dari otoritas keuangan di daerah.
Kepala OJK NTB, Rudi Sulistyo, menerangkan bahwa kunjungan kerja ke KAN Jabung diharapkan dapat membuka peluang duplikasi yang konkret di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Populasi sapi di NTB berkembang pesat.
Dalam kunjungan ke KAN Jabung dijelaskan NTB saat Idul Adha 2026 lalu dimana NTB menjadi pengirim sapi kurban sebanyak lebih dari 26 ribuan ekor sapi ke luar NTB.
Dengan berkembangnya KAN Jabung bisa menjadi contoh pengembangan bisnis peternakan modern di NTB.
Langkah duplikasi ini satu upaya strategis yang diharapkan mampu mengawinkan pengalaman tata kelola profesional milik KAN Jabung dengan melimpahnya bahan baku serta populasi sapi di NTB.
Jika kolaborasi ini terwujud, sektor peternakan bumi gora diproyeksikan akan mengalami lompatan nilai tambah yang signifikan bagi kesejahteraan peternak lokal.
"Semoga KAN Jabung bisa menjadi contoh pengelolaan koperasi dan sapi untuk di NTB," kata dia.
Editor : Redaksi Lombok Post Online