Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jaga Status Bebas LSD, NTB Tolak Sapi Balik dari Jawa

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Kepala Disnakkeswan NTB Muhamad Riadi. (YUYUN/LOMBOK POST)
Kepala Disnakkeswan NTB Muhamad Riadi. (YUYUN/LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost - Mengacu data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) NTB, total pengiriman sapi pedaging ke luar daerah selama periode Maret hingga April 2026 mencapai 27.449 ekor. 

Dari jumlah tersebut, 24.974 ekor dikirim ke wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), guna memenuhi kebutuhan hewan kurban Iduladha.

“Kita banyak mengeluarkan rekomendasi ke Jabodetabek,” tegas Kepala Disnakkeswan NTB Muhamad Riadi, Jumat (29/5). 

Advertisement

Namun, ketika ada sapi yang tidak habis terjual saat momentum Iduladha, Disnakkeswan NTB memastikan hewan ternak tersebut dilarang kembali ke Bumi Gora, untuk mengantisipasi risiko penularan wabah penyakit hewan berbahaya.

Riadi menegaskan, kebijakan ini untuk menjaga NTB tetap bebas dari penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Sebaliknya, status kesehatan hewan di Pulau Jawa maupun Sumatera telah terpapar penyakit menular tersebut.

Advertisement

“Kami memang melarangnya, nggak bisa dibawa balik lagi ke NTB, sebab Pulau Jawa dan Sumatera sudah kena LSD, kalau di kita aman,” ujarnya.

Kondisi bebas penyakit inilah yang menjadi nilai tawar, sekaligus keunggulan kompetitif utama bagi komoditas peternakan Bumi Gora di pasar Nasional.

Dengan menyandang status bebas LSD, sapi dan kerbau asal NTB mendapatkan hak istimewa, yakni bebas berlalu lintas ke daerah-daerah lain yang menerapkan proteksi serupa, seperti wilayah Pulau Kalimantan.

“Kalau bebas penyakit LSD jadi bisa berlalu lintas ke Kalimantan dan ke mana saja yang sama-sama statusnya bebas. Nah ini yang kita jaga betul, jangan sampai NTB kena LSD,” jelasnya.

Ketegasan Pemprov NTB dalam memblokade potensi penularan penyakit hewan bukan tanpa alasan. Riadi menceritakan, pada tahun 2024 lalu, pihak Universitas Mataram (Unram) sebenarnya sempat mengajukan permohonan untuk mendatangkan sapi perah langsung dari Pulau Jawa.

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

21 Isu Strategis Jadi Pijakan Grand Design Perbibitan Sapi Potong NTB

21 Isu Strategis Jadi Pijakan Grand Design Perbibitan Sapi Potong NTB

Disnakeswan NTB menyusun Grand Design Perbibitan Sapi Potong 2027–2037 dengan memetakan 21 isu strategis pengembangan peternakan daerah.

Musim Pancaroba Ancam Kesehatan Sapi Umbaran di Sembalun, Peternak Diminta Waspada Penyakit

Musim Pancaroba Ancam Kesehatan Sapi Umbaran di Sembalun, Peternak Diminta Waspada Penyakit

Peternak sapi umbaran di Sembalun, Lombok Timur (Lotim), diminta mewaspadai ancaman penyakit selama musim pancaroba.

Program Lotim Berkembang Bantu Peternak Lotim Naik Kelas

Program Lotim Berkembang Bantu Peternak Lotim Naik Kelas

Program Lombok Timur Berantas Rentenir Melalui Kredit Tanpa Bunga (Lotim Berkembang) mulai memberikan dampak positif terhadap peternak Lotim

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer