Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

21 Isu Strategis Jadi Pijakan Grand Design Perbibitan Sapi Potong NTB

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Sejumlah pemangku kepentingan mengikuti FGD penyusunan Grand Design Perbibitan Sapi Potong NTB 2027–2037 di Mataram, akhir Oktober lalu. (DISNAKESWAN NTB FOR LOMBOK POST)
Sejumlah pemangku kepentingan mengikuti FGD penyusunan Grand Design Perbibitan Sapi Potong NTB 2027–2037 di Mataram, akhir Oktober lalu. (DISNAKESWAN NTB FOR LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost-Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB mulai menyusun Grand Design Perbibitan Sapi Potong 2027–2037. 

“Penyusunan dokumen tersebut melibatkan Tim Ahli Gubernur dan akademisi,” kata Kepala Disnakeswan NTB Muhamad Riadi, Senin (2/11).

Prosesnya dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari kunjungan lapangan, identifikasi potensi wilayah, pemetaan dan analisis data peternakan, hingga Focus Group Discussion (FGD). 

Advertisement

Setidaknya ada 21 isu strategis telah diidentifikasi, sebagai dasar penyusunan arah kebijakan pengembangan peternakan sapi potong di Bumi Gora.

Selama FGD tersebut, berbagai pemangku kepentingan dilibatkan untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus merumuskan strategi penyelesaian dan arah pengembangan perbibitan sapi potong di NTB. 

Advertisement

Pembahasan mencakup kondisi dan perkembangan populasi sapi potong, potensi kawasan perbibitan, kualitas genetik ternak, produktivitas, hingga berbagai tantangan yang dihadapi peternak di lapangan. 

“Hasil FGD mengidentifikasi sedikitnya 21 isu strategis yang dikelompokkan ke dalam lima aspek utama,” jelasnya.

Kelima aspek tersebut meliputi teknis produksi dan perbibitan, kesehatan hewan dan manajemen pemeliharaan, pendataan dan tata kelola kawasan, kelembagaan dan sumber daya manusia, serta pembiayaan dan pengembangan usaha. 

Dari hasil identifikasi itu, forum juga merumuskan sejumlah strategi penyelesaian. Strategi tersebut selanjutnya akan dipertajam untuk menentukan skala prioritas sebelum diterjemahkan menjadi program dan kegiatan pembangunan peternakan. 

Salah satu persoalan yang mendapat perhatian khusus adalah pengawasan pemotongan sapi betina produktif. Pengendalian diperlukan untuk menekan pemotongan indukan yang masih memiliki kemampuan reproduksi, sekaligus menjaga keberlanjutan populasi dan ketersediaan indukan berkualitas di NTB. 

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Tak Laku Saat Iduladha, Sapi NTB Tetap Punya Pasar di Jabodetabek

Tak Laku Saat Iduladha, Sapi NTB Tetap Punya Pasar di Jabodetabek

Setelah memahami ternak yang dibawa keluar daerah, tidak dapat dipulangkan ke NTB, para pelaku usaha peternakan mulai menyiapkan strategi.

Jaga Status Bebas LSD, NTB Tolak Sapi Balik dari Jawa

Jaga Status Bebas LSD, NTB Tolak Sapi Balik dari Jawa

Ketika ada sapi yang tidak habis terjual saat momentum Iduladha, Disnakkeswan NTB memastikan hewan ternak tersebut dilarang kembali ke NTB.

PLN UIW NTB Salurkan 20 Sapi Kurban, 1.800 Warga Terima Manfaat

PLN UIW NTB Salurkan 20 Sapi Kurban, 1.800 Warga Terima Manfaat

PLN UIW NTB menyalurkan 20 sapi dan 2 kambing kurban untuk 1.800 warga di NTB pada Iduladha 1447 Hijriah.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer