Musim Pancaroba Ancam Kesehatan Sapi Umbaran di Sembalun, Peternak Diminta Waspada Penyakit

LombokPost - Peternak sapi umbaran di Sembalun, Lombok Timur (Lotim), diminta mewaspadai ancaman penyakit selama musim pancaroba. Meski sapi yang dilepasliarkan di hutan dan perbukitan dinilai lebih tahan penyakit, penularan dari ternak baru tetap dikhawatirkan.
“Ini yang perlu kita antisipasi, peralihan musim ini, karena musim ini membuat ternak cukup rentan terserang penyakit,” terang Kepala Disnakeswan Lotim Masyhur, Jumat (30/10).
Menghadapi peralihan musim ini, pihaknya terus menggencarkan vaksinasi, terutama kepada peternak baru atau anak sapi yang baru lahir dan belum mendapatkan vaksin, agar tubuh ternak lebih tahan terhadap penyakit.
Disebutkan, sapi Sembalun dengan teknik peternakan umbaran lebih tahan terhadap penyakit. Kendati demikian, semua ternak diharapkan divaksin, tak terkecuali sapi yang dilepasliarkan di hutan maupun bukit-bukit di Sembalun.
“Memang sapi yang dilepasliarkan ini agak sulit terserang penyakit, karena terisolasi di tengah hutan atau di bukit. Tapi yang kita khawatirkan penyakit ini menyebar dari ternak baru,” katanya.
Semua petugas kesehatan hewan saat ini terus menyisir ternak yang belum divaksin. Pemberian vaksin pada sapi yang dilepasliarkan diakui membutuhkan perlakuan lebih dan kerja sama dengan pemiliknya.
“Vaksinasi sapi Sembalun ini memang butuh perlakuan lebih, kita ajak pawangnya, supaya mau mendekat dan tidak agresif. Kalau petugas kita saja yang mendekat, tidak bisa,” jelasnya.
Tahun ini Lotim mendapatkan sekitar 55 ribu vaksin. Hingga saat ini, sekitar 90 persen vaksin itu sudah disalurkan. Ditargetkan dalam waktu dekat vaksin itu sudah habis.
Untuk mengantisipasi penularan penyakit, terutama penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lotim, pihaknya berharap agar peternak yang membeli sapi di pasar hewan melapor kepada petugas untuk diberikan vaksin.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




