LombokPost – Langkah tidak biasa diambil oleh Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming dalam mengawal program-program prioritas nasional.
Pemerintah secara resmi menggandeng elemen mahasiswa untuk turun langsung ke lapangan guna memperkuat pengawasan serta menyempurnakan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Tak tanggung-tanggung, para perwakilan mahasiswa ini diajak langsung dalam rangkaian kunjungan kerja (kunker) orang nomor dua di Indonesia tersebut dengan rute melintasi Ende (Nusa Tenggara Timur), Gorontalo, hingga wilayah Papua.
Baca Juga: Tak Ada Insentif Selama MBG Berhenti Sementara, SPPG Fokus Pembenahan Total
Jadi, pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola MBG dan koperasi.
“Hari ini kami ditemani beberapa perwakilan mahasiswa. Kita akan berangkat ke Ende, Gorontalo, dan juga Papua,” ujar Wapres Gibran saat memberikan keterangan pers di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.
Tindak Lanjut Aspirasi dan Masukan Konstruktif
Baca Juga: Sindir Cukong Pemilik Dapur, Ketua Majelis Adat Sasak Dukung Penyaluran MBG Secara Tunai
Pelibatan aktif generasi muda ini merupakan buah dari komitmen pemerintah dalam merespons berbagai masukan konstruktif yang disampaikan oleh kelompok mahasiswa terkait implementasi program di masyarakat.
Dengan melihat langsung kondisi riil di lapangan, pemerintah ingin memastikan bahwa tata kelola program berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Wapres Gibran juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi mereka dengan tertib dan damai.
Baca Juga: Sindir Cukong Pemilik Dapur, Ketua Majelis Adat Sasak Dukung Penyaluran MBG Secara Tunai
“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan mahasiswa di seluruh penjuru [tanah air]. Terima kasih sudah menyampaikan aspirasinya secara damai. Terima kasih untuk masukan-masukannya yang konstruktif, terutama terkait MBG dan koperasi,” tuturnya.
Satu Rupiah Pun Harus Bebas Korupsi
Mantan Wali Kota Solo itu menegaskan, pengawasan ketat ini sangat krusial mengingat besarnya anggaran negara yang digelontorkan untuk program-program tersebut. Pemerintah berkomitmen penuh untuk menutup segala celah penyimpangan fiskal demi menjaga sentimen positif dan kepercayaan masyarakat.
“Kita pastikan setiap rupiahnya benar-benar termanfaatkan dengan baik, dan juga yang paling penting terbebas dari praktik korupsi. Saya kira langkah-langkah ini penting untuk tetap menjaga kepercayaan publik,” tegas Wapres kembali.
Kolaborasi apik antara umara dan kaum intelektual muda ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak pengawasan eksternal yang efektif, sehingga asas kemanfaatan program strategis nasional tersebut dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat luas.
Editor : Redaksi Lombok Post Online