Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Iran dan Oman Gelar Pertemuan Perdana Bahas Pengelolaan Selat Hormuz

Jelo Sangaji • Senin, 29 Juni 2026 | 19:02 WIB
Selat Hormuz. (Better World Campaign)
Selat Hormuz. (Better World Campaign)

 

LombokPost – Iran dan Oman menggelar pertemuan perdana komite bersama yang membahas pengelolaan Selat Hormuz di Muscat. 

Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut kesepakatan kedua negara untuk memperkuat dialog mengenai jalur pelayaran strategis tersebut.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kasem Gharibabadi mengatakan, dalam pertemuan itu kedua pihak bertukar pandangan mengenai pengelolaan Selat Hormuz dengan mengacu pada Pasal 5 Memorandum Islamabad serta hak-hak kedaulatan negara-negara pesisir.

"Dalam kunjungan saya ke Muscat, pertemuan perdana komite bersama untuk Selat Hormuz telah berlangsung. Dalam diskusi mengenai isu-isu terkini terkait selat tersebut, kami saling bertukar pandangan mengenai masa pengelolaan selat dalam kerangka Pasal 5 Memorandum Islamabad dan hak kedaulatan negara-negara pesisir," tulis Gharibabadi melalui akun X, seperti dikutip jawapos (group Lombok Post), Senin (29/6).

Baca Juga: AS Serang Fasilitas Drone, Iran Gempur Pangkalan Militer

Sebelumnya, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada 23 Juni mengungkapkan bahwa Iran dan Oman telah sepakat membentuk komite bersama guna memfasilitasi dialog mengenai Selat Hormuz.

Pada pertengahan Juni lalu, otoritas Iran juga menyatakan tengah menyusun tatanan baru dalam pengelolaan Selat Hormuz melalui koordinasi dengan Oman.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Selat Hormuz selama bertahun-tahun terbuka bagi pelayaran internasional. Namun, menurutnya, situasi di jalur laut tersebut tidak akan lagi sama setelah serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Baca Juga: Piala Dunia 2026: Tahan Imbang Iran, Mesir Lolos ke Babak Gugur

Iran juga menegaskan rencana penerapan mekanisme layanan bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz untuk menjamin keamanan pelayaran. Meski demikian, pemerintah Iran menyatakan mekanisme tersebut bukan berupa pungutan biaya dalam pengertian umum.

Sesuai memorandum perdamaian dengan Amerika Serikat yang disepakati pada 18 Juni, Iran juga berkomitmen tidak akan mengenakan biaya kepada kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz selama 60 hari. 

Editor : Jelo Sangaji
#Oman #selat hormuz #iran #Iran-AS