Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Insiden yang Merenggut Rencana Pernikahan, Jenazah Nopandri Ditemukan Lebih Dahulu

Redaksi • Selasa, 7 Juli 2026 | 19:19 WIB
DALAM KENANGAN: Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono menyerahkan foto almarhum Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana kepada perwakilan keluarga seusai pemakaman, Ahad (5/7). (JERI/KALTENG POS )
DALAM KENANGAN: Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono menyerahkan foto almarhum Briptu (Anumerta) Nopandri Ramadhana kepada perwakilan keluarga seusai pemakaman, Ahad (5/7). (JERI/KALTENG POS )

LombokPost - HARI-hari indah sebenarnya tengah dirancang Nopandri Ramadhana.

Anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Kalimantan Tengah, itu berencana segera meminang sang kekasih sebelum kemudian melangsungkan pernikahan. 

Namun, insiden berdarah pada Kamis (2/7) dini hari pekan lalu di Desa Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, merenggut semuanya.

Baca Juga: Harus Jadi Momentum Berantas Gembong, Pemberantasan Jaringan Narkotika Harus Komprehensif

Pria berpangkat Briptu Anumerta tersebut termasuk salah satu dari tiga polisi yang meninggal. 

“Almarhum ini sebetulnya akan meminang seseorang sebagai calon istrinya. Sekarang juga hadir di tengah-tengah kita (pada prosesi pemakaman), termasuk calon mertua,” ungkap Edi Rahmat Sosiawan perwakilan keluarga Nopandri, di sela-sela prosesi pemakaman jenazah almarhum pada Ahad (5/7) pagi. 

Edi tak menyebut identitas belahan jiwa Nopandri. Dia hanya meminta seluruh keluarga besar dan kerabat yang ditinggalkan agar tetap tabah dan bersabar. 

Baca Juga: Razia Narkoba Berdarah, Tiga Polisi Tewas: Keluarga dan Tetangga Target Operasi Melawan dengan Parang dan Senapan Rakitan

Permintaan Maaf 

Nopandri termasuk yang dilaporkan hilang setelah razia berdarah tersebut bersama sejawatnya, Sumariyanto. Jenazah Nopandri kemudian ditemukan lebih dahulu. 

Dalam kesempatan tersebut, pihak keluarga juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh rekan kerja, sahabat, dan masyarakat luas atas segala kekhilafan almarhum semasa hidup, baik dalam kedinasan maupun pergaulan sehari-hari. 

Baca Juga: Polisi Bekuk Pengedar Narkoba di Kempo Dompu, Sita Belasan Poket Sabu Siap Edar

“Kita juga mohon doa, semoga almarhum diberikan ampunan oleh Allah SWT atas kesalahan almarhum semasa hidupnya, serta diterima segala amal, ibadah, dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara,” tutur Edi. 

Mewakili pihak keluarga besar, Edi turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Polri, khususnya Kapolda Kalimantan Tengah beserta jajaran, atas penghargaan kenaikan pangkat luar biasa (anumerta) yang diberikan kepada almarhum. 

“Ucapan terima kasih juga kami tujukan kepada Kapolres Katingan beserta jajaran serta seluruh tim gabungan dan masyarakat yang telah berdedikasi melakukan proses pencarian hingga pengurusan jenazah almarhum sampai selesai dimakamkan secara layak,” katanya. (eri/ttg/JPG/r3)
Editor : Redaksi Lombok Post Online
#razia berdarah #Penggerebekan #Maut #pemakaman #Narkoba