LombokPost – Usai merampungkan rangkaian kunjungan kenegaraan bersama Perdana Menteri India Narendra Modi di Yogyakarta, Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan kiprah diplomasi aktifnya. Rabu (8/7/2026) malam, Presiden menerima kunjungan silaturahmi mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, beserta keluarga di kediaman pribadi Presiden di Kertanegara, Jakarta.
Kunjungan ini terasa istimewa dengan kehadiran putri Thaksin, Paetongtarn Shinawatra (Perdana Menteri Thailand periode 2024–2025).
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana yang santai dan penuh kekeluargaan, mencerminkan ikatan persahabatan personal yang telah terjalin lama di antara kedua tokoh.
Baca Juga: Prabowo dan PM Modi Pererat Hubungan melalui Kerja Sama Konservasi Warisan Dunia
Diskusi Strategis dalam Suasana Santai
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa meski dibalut dalam suasana informal, pertemuan tersebut menjadi ajang pertukaran pandangan yang mendalam mengenai isu-isu penting.
"Dalam suasana santai, Bapak Presiden dan Thaksin bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan strategis global serta dinamika kawasan," ujar Teddy dalam keterangan tertulisnya.
Baca Juga: Simbol Persahabatan Abadi, Presiden Prabowo dan PM Modi Kunjungi Candi Prambanan
Dinamika kawasan Asia Tenggara dan tantangan global yang terus berkembang menjadi topik relevan yang dibahas, mengingat peran strategis Indonesia dan Thailand dalam menjaga stabilitas stabilitas di ASEAN.
Kontribusi Nyata untuk Indonesia
Hubungan antara Prabowo dan Thaksin bukan sekadar hubungan diplomasi lintas negara.
Baca Juga: Sambut Kunker Perdana Presiden Prabowo, Pemprov NTB Siapkan Data Strategis
Thaksin Shinawatra saat ini diketahui turut memberikan kontribusi pemikiran bagi Indonesia dengan menjabat sebagai anggota Dewan Penasihat Danantara. Keterlibatan ini menjadi bukti eratnya kolaborasi lintas bidang yang melampaui batas hubungan diplomatik formal.
Memperkuat Jejaring Internasional
Pertemuan di Kertanegara ini menegaskan komitmen Presiden Prabowo dalam membangun komunikasi intensif dengan para pemimpin dan tokoh berpengaruh dunia. Bagi pemerintah, jejaring persahabatan personal adalah salah satu aset penting dalam memperluas kerja sama internasional.
"Melalui pertemuan seperti ini, Pemerintah Indonesia terus memperkuat jejaring komunikasi dan memperkokoh posisi Indonesia di tengah dinamika global," tambah Seskab Teddy.
Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi tawar Indonesia dalam kancah internasional, sekaligus menciptakan peluang kerja sama yang lebih konkret dan inklusif bagi kepentingan nasional di masa depan.
Editor : Redaksi Lombok Post Online