Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Terduga Pelaku Mengaku Setahun Dirundung di Sekolah, Bom di MAN 3 Kota Padang

Redaksi • Kamis, 16 Juli 2026 | 11:48 WIB
Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Sumbar, pada Selasa (14/7/2026). (Polri)
Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Sumbar, pada Selasa (14/7/2026). (Polri)

LombokPost – Kepala MAN 3 Kota Padang Marliza menyebut, sekolah belum meminta keterangan kepada siswa yang diduga menjadi pelaku pengeboman. Hal itu dilakukan agar tidak mengganggu proses penyelidikan kepolisian.

“Kami belum bisa memberikan penjelasan lebih jauh karena semuanya masih dalam proses penyelidikan. Kami menunggu hasil resmi dari kepolisian,” katanya.

Kapolresta Padang Kombes Pol Apri Wibowo mengatakan, ledakan terjadi di dalam laci meja yang berada di luar kelas. Ledakan tersebut berdaya ledak rendah dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

Baca Juga: Bom Diarahkan ke Pelaku Perundungan: Tak Ada Korban, Tiga Molotov Ditemukan di Ransel Perakit

Selain benda yang sempat meledak, polisi juga menemukan tiga bom molotov.

“Lalu, di dalam ransel terduga pelaku ada ketapel dan kelereng. Barang-barang tersebut akan digunakan untuk melampiaskan emosinya kepada teman yang sering merundung pelaku,” kata Apri seusai kejadian ledakan pada Selasa (14/7) sekitar pukul 10.00.

Siswa pelaku merakit sendiri bom itu. Apri menambahkan, pelaku mengaku, telah mendapatkan perundungan sejak sekitar setahun lalu. Bahkan, ia telah mengalami perundungan sejak masih kecil oleh orang yang berbeda.

Baca Juga: Ada Ancaman Bom saat MPLS, Murid Dipulangkan Lebih Awal

Sedang Rapat

Ketika bom meledak, Marliza mengaku, tidak mendengar. Sebab, dia bersama sejumlah guru tengah rapat. “Informasinya justru kami terima dari guru yang berada di luar ruang rapat,” ujar Marliza kepada Rakyat Sumbar (Grup Padang Ekspres).

Menurutnya, saat itu para siswa sedang menikmati waktu istirahat dan bersiap kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Baca Juga: Diduga Digergaji Warga, Bom Peninggalan PD II Meledak

Tak lama setelah kejadian, aparat kepolisian bersama unsur TNI langsung mengambil alih pengamanan. Pihak sekolah pun memilih menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Mustafa memastikan, kondisi MAN 3 Kota Padang tetap kondusif. Dia bersama tim meninjau langsung setelah kejadian pada Senin (14/7).

Mustafa juga mengaku, belum menemukan indikasi adanya siswa maupun siswi yang mengalami trauma akibat peristiwa tersebut. Meski demikian, madrasah tetap menyiapkan langkah pendampingan.

“Pendampingan dilakukan secara bertahap melalui kepala madrasah, guru, wali kelas, dan guru Bimbingan Konseling,” katanya. (yud/cip/edg/rpg/ttg/JPG/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Perundungan penyelidikan Padang bom kepolisian