Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada Ancaman Bom saat MPLS, Murid Dipulangkan Lebih Awal

R
Penulis: Redaksi❯
ANCAMAN BOM: Gegana Brimob Polda Metro Jaya melakukan penyisiran setelah adanya ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta, Senin (13/7). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)
ANCAMAN BOM: Gegana Brimob Polda Metro Jaya melakukan penyisiran setelah adanya ancaman dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta, Senin (13/7). (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

Advertisement

LombokPost - Bel berbunyi bukan untuk memulai pelajaran, melainkan menjadi penanda berakhirnya hari pertama sekolah lebih cepat dari yang direncanakan. Di tengah semangat mengenakan seragam baru dan berkenalan dengan teman sekelas, ratusan murid SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, justru harus pulang dengan iring-iringan polisi, anjing pelacak, dan tim penjinak bom. Masa pengenalan yang semestinya dipenuhi tawa berubah menjadi hari penuh kecemasan.

Suasana ceria menyelimuti halaman SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin pagi (13/7). Murid-murid baru tampak antusias mengikuti upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Sebagian masih menggenggam tangan orang tua, sebagian lain sibuk memperhatikan guru yang memperkenalkan lingkungan sekolah.

Namun, kegembiraan itu tak berlangsung lama. Di tengah jalannya upacara, seorang guru menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal. Isinya mengagetkan. Pengirim mengancam akan meledakkan sekolah dan mengaku telah menempatkan bahan peledak di 11 titik.

Advertisement

Baca Juga: Ratusan Murid Ikuti MPLS SRD 3 Lotim

Pihak sekolah memilih tidak mengambil risiko.

Tanpa menimbulkan kepanikan, para guru mulai mengatur agar seluruh siswa dipulangkan lebih awal. Guru-guru berusaha menjaga suasana tetap tenang agar anak-anak tidak mengetahui ancaman yang sedang dihadapi. Tak lama kemudian, kawasan sekolah berubah drastis.

Advertisement

Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya datang disusul personel Densus 88, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), serta unit K-9 dengan anjing pelacak. Garis polisi dipasang mengelilingi sekolah. Jalan menuju lokasi ditutup. Aktivitas belajar pun berhenti total.

Selama hampir empat jam, petugas menyisir setiap sudut sekolah, mulai ruang kelas hingga area terbuka. Hasilnya, tidak ditemukan benda mencurigakan ataupun bahan peledak.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan penyidik telah mengantongi identitas terduga pelaku. Polisi kini memburu pengirim pesan sekaligus mendalami motif di balik ancaman tersebut.

Guru kelas V, Subekhi, mengungkapkan bahwa pesan ancaman diterima saat upacara masih berlangsung. Setelah mendapat arahan dari kepolisian, seluruh murid dipulangkan demi keselamatan.

"Anak-anak tetap kami kumpulkan di lapangan sampai ada keputusan dari polisi. Setelah itu mereka dipulangkan," ujarnya.

Advertisement
Editor : Redaksi Lombok Post Online
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

MPLS SMAN 4 Mataram Libatkan BNN, 324 Siswa Baru Dibekali Edukasi Bahaya Narkoba

MPLS SMAN 4 Mataram Libatkan BNN, 324 Siswa Baru Dibekali Edukasi Bahaya Narkoba

MPLS SMAN 4 Mataram libatkan BNN dan kepolisian. Sebanyak 324 siswa baru dibekali edukasi bahaya narkoba sejak hari pertama.

MPLS SD-SMP di Kota Mataram Diawasi Guru, Disdik Pastikan Bullying dan Kekerasan Dicegah

MPLS SD-SMP di Kota Mataram Diawasi Guru, Disdik Pastikan Bullying dan Kekerasan Dicegah

Disdik Kota Mataram pastikan MPLS SD-SMP diawasi guru untuk mencegah bullying, kekerasan, dan memperkuat pendidikan karakter.

Hari Pertama MPLS, SMA-SMK di Mataram dan Lombok Barat Diminta Sukseskan Program Ayah Antar Anak Sekolah

Hari Pertama MPLS, SMA-SMK di Mataram dan Lombok Barat Diminta Sukseskan Program Ayah Antar Anak Sekolah

Program Ayah Antar Anak Sekolah diterapkan saat MPLS. SMA dan SMK di Mataram-Lombok Barat diminta mengawal gerakan GATI NTB.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer