Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ratusan Murid Ikuti MPLS SRD 3 Lotim

S
Penulis: Supardi/Bapak Qila❯
Petugas kesehatan sedang memeriksa kesehatan seorang murid Sekolah Rakyat Dasar Lombok Timur sebelum MPLS
Petugas kesehatan sedang memeriksa kesehatan seorang murid Sekolah Rakyat Dasar Lombok Timur sebelum MPLS

Lombokpost-Ratusan anak dari keluarga miskin di Lombok Timur kini resmi menjadi murid Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 3. Mereka memulai masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dengan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai langkah awal sebelum tinggal di asrama dan menempuh pendidikan dasar secara penuh.


Advertisement

“Hari ini dimulai MPLS, kegiatannya pemeriksaan kesehatan gratis,” terang Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lotim Suroto kepadaLombok Post, Selasa (30/9).

Cek Kesehatan Gratis (CKG) bertujuan memudahkan guru melakukan pengawasan dan memberikan perawatan terhadap murid.

Suroto menegaskan jika ada anak terdeteksi mengidap penyakit, bukan berarti tidak diterima di SRD. Semua anak yang dinyatakan lolos tetap wajib diterima meskipun memiliki penyakit.

Advertisement

“Ini untuk deteksi dini, dan memudahkan melakukan pendampingan serta perawatan jika ada penyakit yang ditemukan,” jelasnya.

Jumlah murid SRD 3 Lotim mencapai 100 orang dari 21 kecamatan, sebagian besar berasal dari Kecamatan Lenek dan Wanasaba. Mereka berasal dari keluarga miskin kategori desil 1 dan 2 dengan usia 7-12 tahun.

Di SRD ini terdapat kelas 1 hingga kelas 6. Semua murid diwajibkan tinggal di asrama. Setelah lulus dari SRD mereka akan melanjutkan ke SRMP hingga SRMA.

Advertisement

Wakil Bupati Lotim Moh Edwin Hadiwijaya mengapresiasi orang tua yang telah memasukkan anaknya ke SRD di usia masih sangat muda. Terlebih masa anakanak cukup sulit untuk berpisah dari orang tua.

“Setiap 10 orang anak akan diawasi satu wali asrama. Karena usia masih anak-anak, orang tua boleh berkunjung setiap hari, asalkan tidak datang saat jam belajar dan menginap,” katanya.

Jumlah murid di SRD ini dinilai masih terbatas, hanya 100 orang. Ke depan diharapkan ada tambahan kuota dari pemerintah agar lebih banyak anak dari keluarga miskin bisa terserap dan tidak ada alasan anak miskin tidak sekolah.

Selain itu ia berharap ada jenjang SMP di Lotim agar pendidikan anak-anak bisa berlanjut dari SD, SMP hingga SMA.

Sementara itu, salah satu orang tua murid Suarni asal Desa Loyok Kecamatan Sikur bersyukur dengan adanya program sekolah rakyat ini. Ia menilai program SRD sangat membantu di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.

“Anak saya kelas dua sekarang, kami sangat bersyukur ada program ini, ini sangat membantu kami dari kalangan kurang mampu. Karena semua biaya ditangani kalau di sini (SRD),” katanya. 

Advertisement
Editor : Siti Aeny Maryam
Sumber : Lombok Post
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pelepasan 114 Siswa ke Sekolah Rakyat, Tegaskan Pendidikan Jalan Putus Rantai Kemiskinan

Pelepasan 114 Siswa ke Sekolah Rakyat, Tegaskan Pendidikan Jalan Putus Rantai Kemiskinan

Sekolah Rakyat didirikan sebagai upaya pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program ini ditujukan untuk anak-anak

Sekolah Rakyat Jaga Kualitas Pendidikan NTB, DPR RI Yakin Jadi Solusi Tekan Angka Kemiskinan

Sekolah Rakyat Jaga Kualitas Pendidikan NTB, DPR RI Yakin Jadi Solusi Tekan Angka Kemiskinan

Kehadiran program Sekolah Rakyat Lombok Utara yang digagas oleh pemerintah dinilai menjadi langkah konkret untuk merangkul masyarakat.

Telan Anggaran Rp 265 Miliar, Sekolah Rakyat Lombok Utara Ditargetkan Rampung November Ini

Telan Anggaran Rp 265 Miliar, Sekolah Rakyat Lombok Utara Ditargetkan Rampung November Ini

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Lombok Utara mulai beroperasi dengan 595 siswa, meski pembangunan fasilitasnya baru rampung hampir 90 persen.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer