BGN Beri Tenggat hingga 10 Agustus bagi Dapur MBG Lengkapi SLHS

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 12:44 WIB
Kepala BGN Sudaryono beserta Wakil Kepala BGN saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7)/(Dimas Choirul/Jawapos.com)
Kepala BGN Sudaryono beserta Wakil Kepala BGN saat konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Senin (27/7)/(Dimas Choirul/Jawapos.com)

 

LombokPost-Ratusan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah terancam ditutup permanen. Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan 950 dapur MBG yang diduga tidak memenuhi standar higiene dan sanitasi.

Dapur MBG itu merupakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Persoalan berkaitan dengan pemenuhan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pihaknya tengah menyisir ratusan dapur itu. Pemeriksaan dilakukan sebelum BGN menentukan dapur yang harus ditutup secara permanen.

"Akan kami umumkan di kemudian hari berapa yang pasti kami tutup secara permanen karena tidak layak secara higiene dan sanitasi. Ini membahayakan keamanan kesehatan dan nyawa dari penerima manfaat kita," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (7/8).

Baca Juga: Menu MBG SPPG Bujak Diduga Picu Diare dan Muntah, Operasional Dapur Resmi Dihentikan BGN

Sudaryono menegaskan, SLHS bukan sekadar persyaratan administratif. Sertifikat itu menjadi syarat mutlak agar dapur dapat tetap beroperasi.

BGN memberikan kesempatan terakhir kepada dapur yang sudah lama beroperasi tetapi belum melengkapi SLHS. Tenggat diberikan hingga 10 Agustus 2026.

"Maka kami berikan tenggat waktu sampai dengan tanggal 10 bagi dapur-dapur yang sudah beroperasi cukup lama tapi belum melengkapi SLHS," tegas dia.

Meski demikian, Sudaryono mengakui masih terdapat kendala di sejumlah daerah. Kapasitas dinas kesehatan dalam memproses permohonan sertifikasi berbeda-beda.

BGN bahkan menerima laporan dari mitra yang merasa proses pengurusan sertifikasi diperlambat. Ada pula yang mengaku mengalami kesulitan selama proses pengurusan.

"Ada yang merasa dipersulit, diperlambat, ada yang merasa dipimpong. Nah silakan ini menjadi bagian dari silakan mengadu kepada kami, berkirim surat kepada kami," ungkapnya.

Mas Dar, sapaan akrab Sudaryono, mengatakan BGN akan memeriksa penyebab keterlambatan penerbitan SLHS satu per satu. Pemeriksaan dilakukan sebelum keputusan akhir diambil.

Namun, BGN memastikan dapur yang terbukti tidak memenuhi standar higiene dan sanitasi tidak akan diizinkan kembali beroperasi.

"Yang jelas yang tidak layak sanitasi dan higiene pasti kami tutup secara permanen," tandasnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
Sudaryono badan gizi nasional Makan Bergizi Gratis dapur MBG SLHS