lombokpost - Indonesia memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui Emergency Disaster Reduction & Rescue (EDRR) Expo Indonesia 2026.
Pameran internasional yang menghadirkan lebih dari 80 perusahaan dalam dan luar negeri itu resmi dibuka Rabu (12/8) di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran dan berlangsung hingga 14 Agustus.
“Bangsa Indonesia hidup berdampingan dengan bencana, di mana terdapat hampir 5.000 bencana setiap tahunnya. Karena itu, kami mengajak semua pihak untuk memperkuat aksi merespons peringatan dini,” kata Menko PMK Pratikno saat membuka EDRR Indonesia 2026.
Baca Juga: Korwil SPPG Dicopot Karena Abaikan Aturan Acuan, Pembelian dari Peternak Tetap Rp 26.500 Per Kg
Pratikno menegaskan, teknologi peringatan dini tidak boleh berhenti di ruang kendali. Informasi yang diterima harus segera diterjemahkan menjadi tindakan untuk menyelamatkan masyarakat.
“Peringatan dini hanya akan bermakna jika diikuti dengan aksi dini. Jangan sampai teknologi canggih hanya berhenti di ruang kendali, informasi harus menjadi aksi yang menyelamatkan warga,” tegasnya.
Lebih jauh, pemerintah menargetkan Indonesia tidak sekadar menjadi negara yang rentan bencana, tetapi berkembang sebagai pusat pengembangan teknologi kebencanaan dunia.
Baca Juga: Kemenkum NTB dan Pemkot Mataram Siapkan Forum Komunikasi Kebijakan
“Target kita jelas: Indonesia menjadi Center of Excellence teknologi kebencanaan dunia, bukan hanya laboratorium bencana apalagi supermarket bencana,” ujar Pratikno.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah mendorong kemandirian teknologi dan penguatan industri kebencanaan nasional.
Mitra dan investor internasional juga didorong masuk melalui kerja sama alih teknologi, riset bersama, dan investasi.
EDRR Indonesia 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan kebutuhan tersebut. Sebagai pameran B2B, ajang ini menampilkan teknologi mitigasi bencana, peralatan penyelamatan, sistem keselamatan, hingga solusi manajemen keadaan darurat.
Kerja sama lintas negara menjadi salah satu agenda penting dalam pameran yang berlangsung tiga hari tersebut.
Vice President Shanghai International Exhibition (Group) Co. Ltd (SIEC)–CPIT Shanghai Fiona Bai mengatakan EDRR Indonesia 2026 diharapkan memperkuat pertukaran teknologi dan pengalaman penanggulangan bencana antara Indonesia, China, dan kawasan Asia Tenggara.
“Melalui EDRR Indonesia 2026, kami berharap dapat membangun jembatan kerja sama yang efisien dan berkelanjutan guna mendorong pertukaran teknologi, interkoneksi tingkat tinggi, dan integrasi industri,” kata Fiona.
Baca Juga: Dipanggil PB IPSI, Empat Pesilat NTB Siap Tempur di Seleknas Menuju Uzbekistan
Dia menyebut teknologi yang diperkenalkan mencakup solusi darurat yang cerdas, digital, dan ramah lingkungan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tanggap darurat Indonesia dan kawasan.
Pembukaan EDRR Indonesia 2026 turut dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, Kepala BNPB Suharyanto, serta sejumlah pejabat pemerintah, TNI, Polri, dan mitra internasional.
Baca Juga: KPP Mataram Timur Tanamkan Kesadaran Pajak ke Siswa SMAN 1 Kediri
EDRR Indonesia 2026 juga menggelar 10 program strategis yang menyasar mitigasi bencana, keselamatan kerja, layanan medis darurat, pemadam kebakaran, keselamatan maritim hingga kerja sama investasi.
Program tersebut antara lain S&D Global Safety and Development Conference, Seminar Kesiapsiagaan Keselamatan Kerja (iSafety), Forum Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD), G60 Medical Industry Cooperation, Smart Firefighting & Industrial Safety, Forum Sinergi Darurat Maritim dan Kepulauan, World Humanitarian Day, Business Matching, penandatanganan MoU bilateral, serta CPR Workshop.
CEO Seven Event Andy Wismarsyah mengatakan rangkaian program tersebut dirancang untuk memastikan EDRR tidak berhenti sebagai pameran teknologi.
“EDRR Indonesia 2026 tidak hanya hadir untuk memamerkan inovasi dan teknologi maju, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan, memperkuat kapasitas, mendorong inovasi, serta membangun jejaring kolaborasi,” ujar Andy.
Penyelenggaraan EDRR Indonesia 2026 mendapat dukungan Kemenko PMK, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, Polri, TNI AD, TNI AL, TNI AU, BMKG, BNPB, BRIN, BPBD DKI Jakarta, Basarnas, hingga Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan.
Dukungan juga datang dari perguruan tinggi dan organisasi kemanusiaan, seperti Universitas Pertahanan RI, Universitas Budi Luhur, LSPR Institute of Communication and Business, KAMSELINDO, National Logistics Community, MER-C, OCHA, World Humanitarian Day, dan Yayasan Adaptasi Bencana Indonesia.
Baca Juga: Sementara Satu Orang Meninggal Dunia, ASDP Konfirmasi Kebakaran KMP Putri Yasmin di Tengah Gelombang
Dengan mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, organisasi kemanusiaan, dan mitra internasional, EDRR Indonesia 2026 diarahkan menjadi ekosistem kolaborasi.
Tujuan akhirnya satu: memastikan teknologi dan sistem peringatan dini benar-benar berujung pada respons cepat dan keselamatan masyarakat. (***)
Editor : Elvira Bunga