LombokPost-TNI Angkatan Udara mengerahkan tiga pesawat Casa NC-212 untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Ketiga pesawat diterbangkan dari Malang, Jawa Timur, untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan, pesawat diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jumat (21/8).
”Pesawat tersebut terbang dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jumat siang (21/8), menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat dukungan penanganan karhutla di wilayah tersebut,” kata dia.
Baca Juga: Tanggap Bencana Gempa NTT: 5 Pesawat TNI AU Dikerahkan Bawa 65 Ton Bantuan Logistik
Nyoman mengatakan, pengerahan tiga Casa NC-212 menjadi dukungan TNI AU dalam pelaksanaan OMC. Operasi itu diharapkan membantu mempercepat penanggulangan karhutla di Kalimantan.
”Pesawat tersebut akan memperkuat unsur udara yang sudah berada di wilayah Kalimantan,” jelasnya.
Saat ini, sebanyak 20 pesawat berbagai jenis telah berada di Kalimantan. Kekuatan udara itu terdiri atas lima helikopter, tiga pesawat modifikasi cuaca, serta 12 helikopter besar untuk melakukan water bombing.
”Dengan tambahan tiga pesawat Cassa ini, dukungan TNI AU diharapkan dapat semakin optimal, khususnya dalam pelaksanaan OMC untuk membantu mengurangi dampak kabut asap di wilayah Kalimantan,” ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak 42 pesawat telah dikerahkan ke enam provinsi prioritas penanggulangan karhutla. Keenamnya meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Baca Juga: Karhutla Kalimantan Ditangani 12.880 Personel, Helikopter Water Bombing Dikerahkan
”Dari jumlah tersebut, 20 pesawat berpusat di Kalimantan, sedangkan 22 pesawat lainnya berpusat di Sumatera,” kata Nyoman.
Pengerahan kekuatan udara menjadi bagian dari dukungan TNI AU bersama unsur terkait dalam menghadapi potensi karhutla. Penanganan dilakukan melalui OMC maupun operasi water bombing di wilayah terdampak.
Di sisi lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 1.487 titik panas atau hotspot di Kalimantan pada Kamis (20/8).
Titik panas tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Utara.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, sebaran titik panas di Kalimantan masih menjadi perhatian pemerintah.
Berdasarkan pemantauan Satelit NOAA-20, Kalimantan Tengah mencatat jumlah tertinggi dengan 767 titik. Kalimantan Barat berada di urutan berikutnya dengan 560 titik.
”Jumlah tersebut tersebar dengan konsentrasi tertinggi berada di Kalimantan Tengah sebanyak 767 titik, disusul Kalimantan Barat 560 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing terpantau 74 titik, sedangkan Kalimantan Utara sebanyak 3 titik,” kata Berton.
Pemerintah terus memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan lintas sektor untuk mengantisipasi meluasnya karhutla di Kalimantan.
BNPB bersama pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan titik panas dan memetakan wilayah rawan. Koordinasi dilakukan untuk menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Editor : Akbar SirinawaSumber : jawapos.com