
LombokPost- Universitas Mataram (Unram) kembali mengirim relawan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi. Sebanyak 12 mahasiswa dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unram diberangkatkan menuju NTT, Rabu (26/8).
Keberangkatan relawan Unram ke NTT tersebut menjadi bagian dari misi kemanusiaan sekaligus upaya mendukung pemulihan masyarakat pascabencana. Tim relawan batch ketiga akan menjalankan tugas selama 26 Agustus hingga 4 September 2026. Mereka dilepas Rektor Unram Prof Sukardi di Lobby Rektorat Unram. Pengiriman batch ketiga ini melanjutkan aksi kemanusiaan Unram yang sebelumnya telah mengirimkan tim medis serta relawan batch pertama dan kedua ke wilayah terdampak.
Prof Sukardi mengatakan, keputusan Unram mengirim relawan ke NTT tidak terlepas dari pengalaman masyarakat NTB menghadapi gempa 2018. Pengalaman tersebut membuat sivitas akademika Unram memahami beratnya situasi yang harus dihadapi masyarakat ketika bencana terjadi.
“Adik-adik semua, kita tahu tahun 2018 kita juga merasakan hal yang sama. Kita tahu betul bagaimana musibah gempa ini, kita hidup di jalan, di tenda karena situasi dan keadaan,” ujar Prof Sukardi.
Menurut Prof Sukardi, kedekatan geografis NTB dan NTT menjadi salah satu alasan Unram bergerak membantu lebih awal. Sebagai perguruan tinggi yang berada di kawasan Indonesia Timur, Unram memiliki tanggung jawab moral untuk hadir membantu masyarakat NTT.
“Untuk itu NTB, Unram, kita berada di kawasan Indonesia Timur yang berdekatan dengan NTT menjadi pionir yang paling utama membantu saudara-saudara kita,” lanjutnya.
Misi kemanusiaan Unram di NTT dilakukan secara bertahap. Sebelum keberangkatan relawan batch ketiga, tim medis Unram telah lebih dahulu bergerak membawa obat-obatan dan memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak gempa. Langkah tersebut kemudian dilanjutkan relawan batch pertama dan kedua. Setiap kegiatan relawan juga dilaporkan sebagai bagian dari pemantauan dan evaluasi aksi kemanusiaan Unram.
Kepedulian Unram terhadap masyarakat terdampak gempa tidak hanya diwujudkan melalui pengiriman relawan. Kampus juga memberikan dukungan kepada mahasiswa asal NTT yang terdampak bencana. Sebanyak 138 mahasiswa asal NTT mendapatkan pembebasan sementara Uang Kuliah Tunggal (UKT). Selain itu, Unram menghimpun donasi yang kemudian disalurkan melalui LLDikti.
“Sebagai bentuk komitmen kepedulian Unram, selain pembebasan UKT sementara 138 orang mahasiswa kita yang berasal dari NTT yang terdampak bencana ini, donasi terus kita kumpulkan dan sudah kita salurkan melalui LLDikti,” ungkap Prof Sukardi.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




