LombokPost-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak pada penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan. Gangguan terjadi setelah jarak pandang menurun akibat asap tebal.
Penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan mendapat pilihan pengembalian dana tiket secara penuh. Maskapai juga menyediakan perubahan jadwal tanpa biaya.
Kebijakan itu diberikan kepada penumpang penerbangan di Bandara Singkawang (SKJ) pada 16, 18, dan 19 Agustus 2026. Perubahan jadwal dapat dilakukan secara gratis hingga tujuh hari ke depan sesuai kebijakan maskapai.
Gangguan penerbangan terjadi ketika jarak pandang di Bandara Singkawang berada pada kisaran 2.000 hingga 3.000 meter.
Baca Juga: OMC Terkendala Minim Awan Hujan, Penanganan Karhutla Andalkan Satgas Darat
Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan, jarak pandang menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan operasional penerbangan.
“Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan,” ujar Lukman dalam keterangannya, Sabtu (22/8).
Kementerian Perhubungan terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait keselamatan penerbangan di Kalimantan.
Pada 16 Agustus, penerbangan TransNusa rute Bandara Soekarno-Hatta (CGK)-Singkawang terdampak dengan 174 penumpang. Sementara penerbangan rute Singkawang-Soekarno-Hatta membawa 153 penumpang.
Super Air Jet juga terdampak pada hari yang sama. Sebanyak 180 penumpang tercatat pada rute CGK-SKJ dan 87 penumpang pada rute SKJ-CGK.
Gangguan kembali terjadi pada 18 Agustus. TransNusa membawa masing-masing 174 penumpang pada rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK.
Sementara Super Air Jet mencatat 180 penumpang pada rute CGK-SKJ. Pada penerbangan sebaliknya, jumlah penumpang mencapai 179 orang.
Sehari kemudian, TransNusa kembali terdampak. Sebanyak 164 penumpang tercatat pada rute CGK-SKJ dan 165 penumpang pada rute SKJ-CGK.
Super Air Jet juga membawa masing-masing 180 penumpang pada kedua rute.
Baca Juga: TNI Kerahkan 14.167 Prajurit dan Puluhan Pesawat untuk Penanganan Karhutla di Berbagai Daerah
Selain Singkawang, Kemenhub memantau kondisi sejumlah bandar udara di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.
Di Kalimantan Timur, tujuh bandara masuk pemantauan. Bandara itu meliputi Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, A.P.T. Pranoto, Kalimarau, Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan.
Bandara Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan masih beroperasi normal. Sementara kondisi bandara lainnya terus dipantau.
Di Kalimantan Tengah, pemantauan dilakukan di Bandara Tjilik Riwut, Iskandar, H. Asan, H.M. Sidik, Tumbang Samba, Kuala Kurun, Kuala Pembuang, Sanggu, dan Bandara Khusus Puruk Cahu.
Bandara Tumbang Samba dan Bandara Khusus Puruk Cahu sejauh ini masih beroperasi normal.
Kabut asap juga berdampak pada jadwal penerbangan NAM Air di Bandara Iskandar-Pangkalan Bun (PKN).
Penerbangan CGK-PKN yang semula dijadwalkan pukul 07.00 WIB mundur menjadi pukul 08.50 WIB. Jadwal PKN-SRG berubah dari pukul 07.30 menjadi 09.38 WIB.
Penerbangan SRG-PKN bergeser dari pukul 10.15 menjadi 12.05 WIB. Sementara penerbangan PKN-SUB berubah dari pukul 10.45 menjadi 12.34 WIB.
Di Kalimantan Utara, Kemenhub memantau Bandara Juwata, Tanjung Harapan, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, Long Apung, dan Nunukan.
Bandara Tanjung Harapan dan Nunukan masih beroperasi normal. Sementara kondisi bandara lainnya terus dipantau.
Kemenhub mengingatkan kondisi penerbangan di wilayah terdampak dapat berubah mengikuti perkembangan jarak pandang. Calon penumpang diminta mengecek informasi terbaru dari maskapai maupun bandar udara sebelum bepergian.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari dan ke wilayah terdampak asap untuk memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan bandar udara serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi penyesuaian penerbangan,” kata Lukman.
Ditjen Perhubungan Udara bersama penyelenggara bandar udara, maskapai, AirNav Indonesia, BMKG, dan instansi terkait masih memantau perkembangan karhutla serta dampaknya terhadap operasional penerbangan.
Editor : Akbar SirinawaSumber : jawapos.com