Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Luas Karhutla Capai 8.895 Hektare, NTB Perkuat Kesiagaan

Y
Penulis: Yuyun Kutari❯
Petugas melakukan simulasi pemadaman kebakaran dalam Apel Siaga Kesiapsiagaan Karhutla NTB 2026 di Sembalun, Lombok Timur, Kamis (13/8). (BIRO UMUM DAN ADPIM SETDA NTB FOR LOMBOK POST)
Petugas melakukan simulasi pemadaman kebakaran dalam Apel Siaga Kesiapsiagaan Karhutla NTB 2026 di Sembalun, Lombok Timur, Kamis (13/8). (BIRO UMUM DAN ADPIM SETDA NTB FOR LOMBOK POST)

Advertisement

LombokPost–Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian Pemprov NTB, seiring memasuki puncak musim kemarau 2026. 

Kesiapsiagaan menghadapi ancaman tersebut diperkuat melalui Apel Siaga Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi NTB Tahun 2026 di Sembalun, Lombok Timur, Kamis (13/8).

Advertisement

Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Abul Chair yang memimpin apel mengatakan kondisi cuaca panas dan kelembapan rendah selama musim kemarau meningkatkan potensi terjadinya karhutla. Karena itu, kesiapsiagaan seluruh unsur perlu diperkuat sebelum kebakaran terjadi.

“Apel siaga ini adalah wujud keseriusan kita dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi, bukan ketika kebakaran sudah berlangsung,” jelasnya.

Menurut Abul Chair, apel siaga dengan tema Satu Semangat Cegah Karhutla, Lestarikan Hutan dan Lingkungan NTB, bukan sekadar kegiatan seremonial. 

Advertisement

Momentum tersebut menjadi bagian untuk memastikan seluruh unsur pengendalian karhutla berada dalam kondisi siap operasional.

Kesiapan itu mencakup personel, sistem komando dan koordinasi, kendaraan operasional, pompa pemadam, alat komunikasi, perlengkapan pemadaman, hingga alat pelindung diri.

Seluruh sarana dan personel harus mampu mendukung penanganan yang cepat, tepat, dan terpadu apabila terjadi kebakaran.

Ancaman karhutla di NTB, kata Abul Chair, perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan data Kementerian Kehutanan (Kemenhut) periode Januari hingga 20 Juli 2026, luas kebakaran hutan dan lahan di NTB mencapai 8.895,43 hektare (Ha).

Jumlahnya meningkat dibandingkan, periode sebelumnya yang tercatat 5.759,19 Ha.

Advertisement
Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : Liputan
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Lombok PostIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

BMKG Peringatkan El Niño Kuat hingga 2027, Modifikasi Cuaca Digencarkan untuk Cegah Karhutla dan Kekeringan

BMKG Peringatkan El Niño Kuat hingga 2027, Modifikasi Cuaca Digencarkan untuk Cegah Karhutla dan Kekeringan

BMKG memprediksi El Niño kuat hingga 2027. Modifikasi cuaca digencarkan untuk mengurangi risiko karhutla, kekeringan, dan krisis air.

Karhutla Bukit Sempana di Sembalun Meluas hingga 116 Hektare

Karhutla Bukit Sempana di Sembalun Meluas hingga 116 Hektare

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Bukit Sempana, Desa Sembalun Bumbung, sejak Selasa sore (9/6), hingga rabu belum padam

Dinas LHK NTB Maksimalkan Pencegahan Karhutla Imbas Perambahan Hutan Jadi Lahan Jagung

Dinas LHK NTB Maksimalkan Pencegahan Karhutla Imbas Perambahan Hutan Jadi Lahan Jagung

Perambahan hutan NTB capai 8.000 hektare jadi lahan jagung, didominasi Bima dan Dompu, berpotensi picu karhutla.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer