BNPB Catat 595 Hektare Lahan Terbakar di Kalimantan Selatan

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 18:22 WIB
Petugas darat melakukan pembasahan pada lahan yang terbakar di Kalimantan, sebagai bagian dari penanganan karhutla. (Kemenhut)
Petugas darat melakukan pembasahan pada lahan yang terbakar di Kalimantan, sebagai bagian dari penanganan karhutla. (Kemenhut)

 

 

LombokPost-Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi salah satu dari enam provinsi prioritas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Operasi pemadaman melalui darat dan udara terus dilakukan untuk mengendalikan kebakaran.

Berdasarkan data hingga Jumat (21/8), karhutla baru terdeteksi di sembilan wilayah. Lokasinya meliputi Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Balangan.

Seluruh wilayah itu telah termonitor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hasil pemantauan tim Direktorat Penanganan Darurat Wilayah III BNPB mencatat 53 titik api atau fire spot (FS).

Baca Juga: Asap Karhutla Ganggu Bandara Singkawang, Penumpang Dapat Opsi Refund

Estimasi luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 595 hektare. Kabupaten Banjar mencatat estimasi terluas dengan 174 hektare.

”Selain itu, Kabupaten Tanah Laut 107 hektare, Kabupaten Barito Kuala 96 hektare, dan Kabupaten Tapin 85 hektare,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangannya pada Sabtu (22/8).

BNPB mencatat enam wilayah berada pada zona risiko tinggi. Kota Banjarbaru memiliki 11 titik api dengan estimasi luas terbakar 77 hektare.

Kabupaten Banjar mencatat 13 titik api dengan luas 174 hektare. Sementara Barito Kuala memiliki empat titik api dengan estimasi luas 96 hektare.

Baca Juga: OMC Terkendala Minim Awan Hujan, Penanganan Karhutla Andalkan Satgas Darat

Di Kabupaten Tapin terdeteksi enam titik api dengan luas 85 hektare. Tanah Bumbu mencatat tiga titik api dengan luas empat hektare.

Kabupaten Tanah Laut memiliki tujuh titik api. Estimasi luas lahan terbakar di wilayah itu mencapai 107 hektare.

Tiga daerah lainnya masuk zona risiko sedang dan rendah. Kabupaten Hulu Sungai Selatan mencatat tujuh titik api dengan luas 50 hektare.

Hulu Sungai Tengah dan Balangan masing-masing memiliki satu titik api. Estimasi luas lahan terbakar di masing-masing daerah mencapai satu hektare.

Menurut Berton, operasi darat dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan sekitar 387 personel. Mereka berasal dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat.

Penanganan berlangsung di Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Tapin, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, dan Tanah Laut. Operasi juga dilakukan di Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Barito Kuala.

”Pemadaman darat didukung sejumlah armada dan peralatan seperti mobil tangki air, pompa jinjing dan pompa induk, suplai air, tanki fleksibel, alat penyemprot, kepyok, garu tajam, serta motor trail karhutla,” jelasnya.

Selain operasi darat, BNPB memperkuat penanganan melalui operasi udara. Armada yang disiagakan di Lanud Sjamsudin Noor terdiri atas dua unit patroli udara dan tiga helikopter water bombing.

Patroli udara menggunakan helikopter Bell 206 PK-IWF dan pesawat Cessna Caravan C208 PK-SNK.

Sementara operasi water bombing melibatkan tiga helikopter. Helikopter AS 322C1 Super Puma PK-DAN telah melakukan 245 kali penjatuhan air dengan total sekitar 980 ribu liter.

Helikopter MI8-AMT RA-22834 melakukan 57 kali penjatuhan dengan total sekitar 228 ribu liter. Helikopter Sikorsky Black Hawk N711BF melakukan 82 kali penjatuhan dengan total sekitar 328 ribu liter.

”Operasi udara tersebut diprioritaskan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses melalui jalur darat, terutama wilayah yang mendekati permukiman masyarakat dan kawasan Ring 1 Bandara Sjamsudin Noor Banjarbaru,” terang dia.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
water bombing karhutla Kalsel BNPB titik api kalimantan selatan