LombokPost-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus memantau sejumlah bandara di Kalimantan yang operasionalnya terganggu kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Keselamatan penerbangan menjadi prioritas selama kondisi asap masih memengaruhi jarak pandang.
Otoritas bandara dan operator penerbangan diminta melakukan penyesuaian jika kondisi tidak memungkinkan. Gangguan asap karhutla telah berdampak pada penerbangan di sejumlah wilayah Kalimantan.
Di Bandara Singkawang, ratusan penumpang terdampak gangguan penerbangan. Pada 16, 18, dan 19 Agustus 2026, penerbangan TransNusa dan Super Air Jet rute Jakarta-Singkawang maupun sebaliknya mengalami gangguan.
Baca Juga: BNPB Catat 595 Hektare Lahan Terbakar di Kalimantan Selatan
Penumpang terdampak mendapat pilihan pengembalian dana tiket secara penuh. Mereka juga dapat mengubah jadwal penerbangan secara gratis hingga tujuh hari ke depan sesuai kebijakan maskapai.
Pada 16 Agustus, jarak pandang di Bandara Singkawang (SKJ) tercatat sekitar 3.000 meter sehingga dinyatakan tidak aman. Kondisi itu berdampak terhadap penerbangan TransNusa dengan 174 penumpang rute Bandara Soekarno-Hatta (CGK)-SKJ dan 153 penumpang rute SKJ-CGK.
Pada hari yang sama, Super Air Jet juga terdampak. Sebanyak 180 penumpang tercatat pada rute CGK-SKJ dan 87 penumpang pada rute SKJ-CGK.
Gangguan berlanjut pada 18 Agustus ketika jarak pandang turun menjadi 2.000 meter. TransNusa terdampak dengan masing-masing 174 penumpang pada rute CGK-SKJ dan SKJ-CGK.
Sementara Super Air Jet mencatat 180 penumpang pada rute CGK-SKJ dan 179 penumpang pada rute SKJ-CGK.
Pada 19 Agustus, jarak pandang berada di sekitar 2.500 meter. TransNusa terdampak dengan 164 penumpang pada rute CGK-SKJ dan 165 penumpang rute SKJ-CGK. Sementara Super Air Jet masing-masing membawa 180 penumpang pada kedua rute.
Selain Singkawang, Kemenhub memantau sejumlah bandara di Kalimantan Timur. Tujuh bandara masuk dalam pemantauan, yakni Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, A.P.T. Pranoto, Kalimarau, Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan.
Bandara Nusantara, Datah Dawai, Maratua, dan Melalan dilaporkan masih beroperasi normal. Sementara kondisi Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, A.P.T. Pranoto, dan Kalimarau terus dipantau.
Pemantauan juga dilakukan di sembilan bandara di Kalimantan Tengah. Bandara itu meliputi Tjilik Riwut, Iskandar, H. Asan, H.M. Sidik, Tumbang Samba, Kuala Kurun, Kuala Pembuang, Sanggu, serta Bandara Khusus Puruk Cahu.
Baca Juga: Asap Karhutla Ganggu Bandara Singkawang, Penumpang Dapat Opsi Refund
Dari sejumlah bandara itu, Tumbang Samba dan Bandara Khusus Puruk Cahu tercatat masih beroperasi normal.
Bandara Iskandar-Pangkalan Bun (PKN) menjadi salah satu lokasi yang mengalami perubahan jadwal penerbangan. Penerbangan NAM Air rute CGK-PKN yang semula dijadwalkan pukul 07.00 WIB berubah menjadi pukul 08.50 WIB.
Perubahan juga terjadi pada rute PKN-SRG dari pukul 07.30 menjadi 09.38 WIB. Jadwal SRG-PKN berubah dari pukul 10.15 menjadi 12.05 WIB, sedangkan PKN-SUB bergeser dari pukul 10.45 menjadi 12.34 WIB.
Sementara di Kalimantan Utara, enam bandara turut masuk pemantauan Kemenhub. Keenamnya meliputi Bandara Juwata, Tanjung Harapan, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, Long Apung, dan Nunukan.
Bandara Tanjung Harapan dan Nunukan masih beroperasi normal. Sementara Juwata, Yuvai Semaring, Kolonel Robert Atty Bessing, dan Long Apung terus dipantau.
Dirjen Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan, jarak pandang menjadi salah satu faktor penentu operasional penerbangan.
“Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama. Operator wajib melakukan penyesuaian apabila kondisi jarak pandang tidak memenuhi persyaratan. Kami terus memantau kondisi dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Lukman dalam keterangannya, Sabtu (22/8).
Ditjen Perhubungan Udara meminta seluruh pengelola bandara dan operator penerbangan meningkatkan kewaspadaan selama asap masih berpotensi mengganggu penerbangan. Pemantauan cuaca dan jarak pandang dilakukan secara berkala untuk menentukan penyesuaian operasional.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan dari dan ke wilayah terdampak asap untuk memperhatikan informasi terbaru dari maskapai dan bandar udara serta mengikuti arahan petugas apabila terjadi penyesuaian penerbangan,” imbuh Lukman.
Editor : Akbar SirinawaSumber : jawapos.com