Kapolri Ingatkan Buruh Siapkan Kompetensi Hadapi AI dan Robotik

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:51 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). (Mabes Polri)
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI). (Mabes Polri)

 

 

LombokPost-Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan daya saing buruh Indonesia di tengah perubahan dunia kerja. Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), robotik, internet of things (IoT), perubahan regulasi, serta dinamika ekonomi global dinilai perlu diantisipasi dengan peningkatan kompetensi pekerja.

Hal itu disampaikan Kapolri saat menghadiri sekaligus menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tahun 2026 Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) di Jakarta, Jumat (28/8/2026). Rakernas mengusung tema “Membangun Daya Saing Buruh Indonesia di Tengah Perubahan Regulasi Ekonomi Global”.

Kapolri mengapresiasi Rakernas KSBSI sebagai ruang konsolidasi bagi kalangan buruh. Ia berharap hasil pembahasan dapat menjadi langkah strategis untuk memperjuangkan kemajuan, perlindungan, dan kesejahteraan buruh Indonesia.

Baca Juga: Irjen Kalingga Apresiasi Tim Badminton Polda NTB yang Meraih Juara III Kapolri Cup 2026

Menurut Kapolri, dunia ketenagakerjaan sedang menghadapi perubahan besar seiring perkembangan revolusi industri dan transformasi teknologi. AI, robotik, dan IoT akan mengubah kebutuhan industri sekaligus pola pekerjaan yang selama ini dijalankan tenaga kerja.

Perkembangan teknologi, kata dia, dapat mengurangi kebutuhan terhadap sejumlah jenis pekerjaan. Namun, perubahan itu juga berpotensi melahirkan lapangan kerja dan profesi baru.

“Bagaimana kita semua siap untuk menghadapi hal tersebut, sehingga walaupun ada perkembangan teknologi, namun tetap buruh sebagai jantung utama dari perjalanan industri dan perkembangan industri hilirisasi ke depan,” ujar Kapolri.

Karena itu, pekerja perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi. Penguatan kompetensi menjadi penting agar buruh tidak hanya terdampak transformasi industri, tetapi juga mampu mengambil peran dalam sektor baru yang berkembang.

Baca Juga: Polda NTB Tembus Podium Nasional, Raih Juara III Kapolri Cup Bulutangkis 2026

Kapolri juga menilai buruh memiliki posisi penting dalam menjaga keberlanjutan perekonomian nasional. Peran itu tercermin dari kontribusi tenaga kerja dalam menopang aktivitas industri dan perekonomian Indonesia.

“Ini tidak lepas dari peran rekan-rekan buruh sekalian sebagai tenaga-tenaga dan tulang punggung perekonomian nasional,” katanya.

Di tengah perubahan ekonomi global, pemerintah juga terus mendorong regulasi dan berbagai program yang berkaitan dengan perlindungan, kompetensi, serta kesejahteraan pekerja. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja.

Kapolri berharap pembahasan revisi regulasi itu menjadi ruang bersama bagi pemerintah, DPR, pengusaha, dan kalangan buruh. Dialog diharapkan menghasilkan kebijakan yang mampu menjawab berbagai persoalan ketenagakerjaan sekaligus mengakomodasi isu yang selama ini diperjuangkan pekerja.

Selain regulasi, Kapolri mengapresiasi komunikasi yang terbangun antara serikat buruh dan kalangan pengusaha. Menurutnya, hubungan dialogis diperlukan agar dunia usaha dan pekerja dapat menyusun langkah bersama menghadapi tantangan ekonomi.

“Kita lihat pengusaha dan teman-teman buruh bisa duduk bersama untuk menyusun suatu rencana ke depan, untuk bisa maju bersama-sama. Ini tentunya adalah nuansa yang kita harapkan menjadi nuansa yang membawa harapan bagi kita semua,” ungkapnya.

Baca Juga: Buru-Buru Tepis Isu Retak: Kapolri Temui Jaksa Agung, Tegaskan Polri-Kejagung Tetap Solid

Kapolri turut menyoroti peluang dari pengembangan industri dan program hilirisasi nasional. Pertumbuhan sektor itu, menurutnya, harus memberikan manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan dan pembukaan lapangan pekerjaan.

Untuk mengambil peluang tersebut, tenaga kerja Indonesia perlu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan. Transfer pengetahuan serta kemampuan beradaptasi menjadi modal penting untuk memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.

Kapolri berharap buruh Indonesia tidak selamanya berada pada sektor pekerjaan dengan tingkat keterampilan dasar dan menengah. Tenaga kerja Indonesia juga diharapkan mampu mengisi posisi strategis, termasuk jabatan pada tingkat manajerial.

“Transfer knowledge menjadi penting, kemampuan kita untuk beradaptasi menjadi penting, sehingga kita siap untuk kemudian menghadapi perkembangan hilirisasi dan kemajuan ekonomi Indonesia ke depan,” tutur Kapolri.

Menurut Kapolri, peningkatan kualitas tenaga kerja perlu berjalan seiring dengan perkembangan industri. Dengan kompetensi yang semakin kuat, buruh diharapkan memiliki peluang lebih besar memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.

Dalam kesempatan itu, Kapolri juga menegaskan komitmen Polri memberikan pelayanan dan perlindungan kepada pekerja. Salah satu instrumen yang disiapkan adalah Desk Ketenagakerjaan Polri.

Desk Ketenagakerjaan menjadi bagian dari upaya Polri menangani berbagai persoalan industrial. Keberadaannya juga diarahkan untuk memberikan perlindungan kepada pekerja dari berbagai bentuk kejahatan maupun persoalan yang dapat berdampak pada kehidupan dan hak-hak buruh.

“Ini menjadi amanah bagi kami semua untuk betul-betul bisa lebih optimal dalam memberikan pelayanan terhadap rekan-rekan buruh, khususnya terkait dengan masalah-masalah industrial,” jelasnya.

Kapolri berharap Desk Ketenagakerjaan Polri terus diperkuat dan mampu menjadi mitra strategis bagi serikat pekerja serta buruh dalam memperjuangkan dan melindungi kepentingan pekerja.

Menjelang akhir sambutannya, Kapolri mengapresiasi elemen buruh yang sebelumnya berencana menyampaikan aspirasi terkait pembahasan revisi Undang-Undang Cipta Kerja. Rencana itu akhirnya diurungkan sehingga penyampaian aspirasi dapat diarahkan melalui ruang dialog.

Kapolri menekankan besarnya kekuatan kelompok buruh perlu disertai sikap tertib dan bertanggung jawab. Penyampaian aspirasi tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi, tetapi harus dilakukan dengan tetap menjaga ketertiban.

“Tunjukkan bahwa walaupun rekan-rekan memiliki kekuatan besar, rekan-rekan mampu dan tertib,” pungkas Kapolri.

Rakernas KSBSI Tahun 2026 kemudian ditutup secara resmi oleh Kapolri. Forum itu diharapkan memperkuat konsolidasi serikat buruh sekaligus mempersiapkan tenaga kerja Indonesia menghadapi perubahan ekonomi dan dunia kerja.

Transformasi teknologi dan industri membuat peningkatan kompetensi semakin penting. Kemampuan beradaptasi, penguasaan pengetahuan, dan peningkatan keterampilan diharapkan membuat buruh Indonesia mampu mengambil peran lebih besar dalam perkembangan industri dan perekonomian nasional.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
KSBSI buruh Indonesia ketenagakerjaan kecerdasan buatan Listyo Sigit Prabowo