LombokPost – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pembaruan peringatan dini kekeringan meteorologis untuk periode Dasarian I September 2026.
Sejumlah besar wilayah di Indonesia diimbau meningkatkan kewaspadaan menyusul meluasnya potensi kekeringan dengan tingkatan mulai dari Waspada, Siaga, hingga Awas.
Berdasarkan peta sebaran BMKG, status Awas yang merupakan tingkatan tertinggi mendominasi hampir seluruh wilayah di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara.
Baca Juga: Kemarau Kian Meluas, Hampir Sejuta Warga NTB Terdampak Kekeringan
Seluruh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk Kota Mataram, Lombok, hingga Sumbawa masuk dalam kategori Awas kekeringan.
Kondisi serupa juga terjadi pada sebagian besar kabupaten di Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, serta Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sementara itu, wilayah DKI Jakarta, Banten, Gorontalo, dan Sulawesi Selatan didominasi oleh status Siaga.
Baca Juga: Raden Nuna Minta Pemprov Mitigasi Kekeringan, Desak Bendungan Meninting Segera Dioptimalkan
Beberapa kabupaten di Pulau Kalimantan dan Sumatera juga tercatat masuk dalam pemantauan berstatus Waspada hingga Siaga.
BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat di kawasan terdampak untuk segera mengambil langkah mitigasi.
Antisipasi krusial yang perlu disiapkan antara lain efisiensi penggunaan air bersih, perlindungan sektor pertanian dari potensi gagal panen, serta kesiapsiagaan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Editor : Redaksi Lombok Post OnlineSumber : BMKG