Di Kemah Nasional PUI, Kapolri Ingatkan Bonus Demografi Tak Boleh Terlewat

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 20:17 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri apel kebangsaan kemah nasional Pramuka PUI di Sukabumi, Kamis (3/9). (Mabes Polri)
Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri apel kebangsaan kemah nasional Pramuka PUI di Sukabumi, Kamis (3/9). (Mabes Polri)

 

 

LombokPost-Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak generasi muda memanfaatkan momentum bonus demografi dengan meningkatkan kualitas diri, pendidikan, keterampilan, dan karakter. Momentum itu dinilai menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk melakukan lompatan menuju negara maju.

Pesan tersebut disampaikan Kapolri saat memberikan sambutan pada Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) 2026 di Selabintana Camping Ground, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (3/9).

Menurut Kapolri, bonus demografi terjadi ketika jumlah penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia nonproduktif. Peluang itu harus dipersiapkan dengan baik agar benar-benar menjadi kekuatan bagi bangsa.

“Momentum tersebut hanya terjadi satu kali di setiap negara. Manakala kita berhasil memanfaatkan momentum tersebut dengan meningkatkan kualitas SDM dan bekerja keras, maka kita yakin Indonesia akan memiliki lompatan untuk menjadi negara maju,” ujar Kapolri.

Baca Juga: Di Depan Pramuka PUI, Kapolri Cerita Pengalaman Jadi Siaga hingga SMA

Karena itu, generasi muda perlu dipersiapkan sejak dini. Keberhasilan memanfaatkan bonus demografi tidak hanya ditentukan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga karakter, kedisiplinan, kepedulian, serta semangat persatuan dan kesatuan.

Kapolri menilai Gerakan Pramuka memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi unggul sekaligus calon pemimpin masa depan. Pendidikan dan pelatihan kepramukaan membiasakan generasi muda untuk disiplin, mandiri, bergotong royong, bersosialisasi, serta peduli terhadap sesama.

Kapolri juga berbagi pengalaman pernah menjadi anggota Pramuka sejak tingkat Siaga di sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. Pengalaman itu membuatnya meyakini Pramuka menjadi salah satu wadah yang tepat bagi anak muda untuk mengembangkan potensi.

Baca Juga: Kapolri: Pramuka Harus Jadi Generasi Peduli dan Bermanfaat bagi Masyarakat

“Saya yakin bahwa di hadapan saya ini adalah adik-adik pilihan yang sudah benar memilih Gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah untuk mempersiapkan diri sebagai generasi-generasi penerus di masa yang akan datang,” katanya.

Di sisi lain, Kapolri mengingatkan bonus demografi dapat berubah menjadi tantangan jika generasi muda tidak dipersiapkan dengan baik. Berbagai pengaruh negatif seperti narkoba, judi online, tawuran, keterlibatan dalam geng, kejahatan, hingga penyebaran paham negatif melalui media sosial perlu diwaspadai.

Kapolri meminta perkembangan teknologi tidak dijauhi. Teknologi justru harus dimanfaatkan secara bijak sebagai sarana meningkatkan kemampuan dan memperluas pengetahuan.

Kehadiran smartphone, media sosial, kecerdasan buatan, hingga berbagai platform digital dinilai membuka kesempatan lebih luas bagi generasi muda untuk belajar tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerintah terus membuka akses pendidikan melalui berbagai program. Di antaranya Sekolah Rakyat, sekolah unggulan, sekolah transformasi, pendidikan jarak jauh, serta program LPDP.

Polri juga turut berkontribusi melalui SMA Kemala Taruna Bhayangkara sebagai bagian dari upaya mempersiapkan calon pemimpin masa depan.

Baca Juga: Kapolri Ingatkan Buruh Siapkan Kompetensi Hadapi AI dan Robotik

Selain kemampuan individual, Kapolri menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman. Nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, menurutnya, tidak boleh berhenti sebagai hafalan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Keberagaman suku, budaya, dan potensi sumber daya Indonesia akan menjadi kekuatan besar jika seluruh elemen bangsa mampu menjaganya dalam bingkai persatuan.

“Kalian semua adalah calon-calon penerus, calon-calon pemimpin bangsa. Karena itu harus saling menjaga, saling merawat, dan terus meningkatkan persatuan dan kesatuan. Hanya dengan persatuan dan kesatuan Indonesia akan menjadi maju,” tegas Kapolri.

Kapolri juga mendorong anggota Pramuka terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat. Keterampilan yang diperoleh melalui Pramuka dapat diterapkan dalam penanggulangan bencana, pelayanan masyarakat, membantu pengamanan kegiatan, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Anggota Pramuka turut diajak menjadi pelopor Gerakan ASRI, yakni Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Gerakan itu dapat diwujudkan dengan menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah, serta menanam pohon.

Menutup sambutannya, Kapolri menegaskan Polri siap menjadi sahabat generasi muda dalam mengembangkan potensi dan meraih cita-cita.

“Terus berkarya, terus kembangkan diri kalian, jadikan polisi sebagai sahabat kalian. Kami di kepolisian selalu siap mendukung dan mendorong agar adik-adik semua bisa mencapai dan meraih cita-cita,” pesan Kapolri.

Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI 2026 diikuti 5.499 peserta. Mereka terdiri atas 3.957 anggota Pramuka serta perwakilan pelajar/OSIS, mahasiswa, pemuda PUI, guru, pengurus, dan berbagai unsur keluarga besar PUI.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
Pramuka PUI Bonus Demografi kualitas sdm generasi muda Listyo Sigit Prabowo