BULOG Siapkan 110 Ribu Ton Beras untuk Tekan Harga di Pasar

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 14:24 WIB
Perum BULOG mengerahkan jajaran di seluruh Indonesia untuk turun langsung ke pasar secara serentak guna memastikan ketersediaan pasokan sekaligus menjaga harga beras dan kebutuhan pokok tetap terkendali. (Dok. BULOG)
Perum BULOG mengerahkan jajaran di seluruh Indonesia untuk turun langsung ke pasar secara serentak guna memastikan ketersediaan pasokan sekaligus menjaga harga beras dan kebutuhan pokok tetap terkendali. (Dok. BULOG)

 

LombokPost-Perum BULOG mengerahkan jajaran di seluruh Indonesia untuk turun langsung ke pasar secara serentak. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pasokan sekaligus menjaga harga beras dan kebutuhan pokok tetap terkendali.

Gerakan Pangan Murah atau operasi pasar menjadi bagian dari upaya BULOG memperkuat stabilisasi pangan. Kondisi pasar dipantau langsung agar potensi kenaikan harga maupun gangguan pasokan dapat diantisipasi sejak dini.

Operasi pasar serentak diawali dengan koordinasi nasional melalui video conference yang dipimpin Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. bersama Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional Maino Dwi Hartono.

Baca Juga: BULOG NTB Pastikan Stok Beras Aman Perayaan Maulid, Pantau Pasar Renteng Lombok Tengah

Seluruh Pemimpin Wilayah dan Pemimpin Cabang BULOG mengikuti koordinasi dari pasar di wilayah masing-masing. Pada saat bersamaan, mereka melakukan monitoring dan operasi pasar untuk mengecek harga, ketersediaan komoditas, kelancaran distribusi, serta efektivitas intervensi pangan.

Langkah tersebut ditopang stok beras pemerintah yang cukup besar. Per 5 September 2026, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola BULOG tercatat sekitar 4,9 juta ton dan tersebar di jaringan pergudangan seluruh Indonesia.

Sementara itu, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sepanjang 2026 hingga 5 September telah mencapai sekitar 756 ribu ton. Kondisi stok dan realisasi penyaluran itu memberikan ruang bagi BULOG untuk terus melakukan intervensi pasar secara terukur.

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, pengawasan langsung di pasar menjadi bagian penting dari langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas pangan.

“Kami mengantisipasi bukan hanya pengaduan, tetapi kami mengantisipasi akan kenaikan inflasi. Itu yang paling utama. Karena penugasan BULOG yang paling utama adalah menjaga stabilisasi harga,” tegas Ahmad Rizal saat melakukan monitoring pasar di Jakarta, Sabtu (5/9).

Baca Juga: BULOG Percepat Bantuan Pangan ke Papua dan Maluku, Tiap Penerima Dapat 30 Kg Beras

Ahmad Rizal bersama Direktur Operasi Perum BULOG Andi Afdal dan Direktur Pemasaran Perum BULOG Rahmanto Amin Jatmiko meninjau Pasar Jatinegara dan Pasar Rawamangun.

Jajaran BULOG berdialog dengan pedagang sekaligus memeriksa harga dan ketersediaan beras untuk memastikan distribusi SPHP berjalan dengan baik. BULOG juga mendorong penguatan pasokan beras premium serta komoditas pangan lainnya agar kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan harga wajar dan terjangkau.

Monitoring serentak dilakukan sebagai langkah preventif untuk merespons dinamika harga pangan secara cepat. BULOG berkolaborasi dengan Satgas Pangan, TNI, Polri, pemerintah daerah, pengelola pasar, serta pemangku kepentingan lainnya.

Pengawasan dilakukan mulai dari ketersediaan stok, distribusi, hingga harga di tingkat konsumen. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, langkah korektif dapat segera dilakukan di lapangan.

Untuk memperkuat pasokan, BULOG juga telah berkoordinasi dengan jaringan ritel modern di seluruh Indonesia. Sebanyak 110.000 ton beras disiapkan untuk digelontorkan dalam satu bulan.

Jumlah itu terdiri atas 75.000 ton beras premium dan 35.000 ton beras medium. Pasokan akan disalurkan secara bertahap melalui jaringan ritel modern maupun pasar yang menjadi titik pemantauan harga pangan.

Penambahan pasokan tersebut menjadi salah satu instrumen BULOG untuk memperkuat ketersediaan beras di tingkat konsumen ketika terjadi tekanan harga. Kehadiran jajaran BULOG di lapangan juga memungkinkan kondisi pasar diketahui secara langsung, bukan hanya berdasarkan laporan.

Hasil pemantauan bersama Satgas Pangan dan pemerintah daerah selanjutnya menjadi dasar untuk menentukan langkah intervensi yang diperlukan agar distribusi tetap lancar dan harga tidak bergerak di luar kewajaran.

Melalui penguatan stok, percepatan penyaluran SPHP, tambahan pasokan beras premium, operasi pasar, serta pengawasan langsung, BULOG bersama Badan Pangan Nasional terus mengoptimalkan instrumen stabilisasi pangan.

Kolaborasi dengan pemerintah, aparat, pelaku pasar, jaringan ritel modern, dan pemangku kepentingan lainnya juga diperkuat agar pasokan pangan tersedia secara merata dan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar serta terjangkau.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
Beras sphp Stabilitas harga pangan cadangan beras pemerintah bulog operasi pasar