
LombokPost – Meski menghadapi potensi kemarau panjang, Perum Bulog NTB memastikan stok pangan khususnya beras, dalam kondisi aman.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog NTB Mara Kamin Siregar, menyebut stok beras saat ini mencapai sekitar 279 ribu ton.
Jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat NTB hingga 27 bulan ke depan.
“Jadi masyarakat tidak perlu panik,” ujar Regar, sapaan akrabnya.
Meski permintaan diprediksi meningkat seiring momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Bulog mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan.
Pengawasan terhadap pergerakan harga dan pasokan juga terus diperkuat bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Intervensi dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penggelontoran beras secara rutin ke sejumlah pasar tradisional, ritel modern, serta jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).
“Dari pantauan di sejumlah pasar bersama TPID, harga beras secara umum masih dalam kondisi normal. Tapi ada beberapa titik pasar yang mulai mengalami kenaikan harga, terutama untuk beras premium,” jelasnya.
Di tengah upaya menjaga stabilitas harga, Bulog NTB juga mempercepat penyaluran bantuan pangan.
NTB juga mendapat tambahan kuota sebanyak 6 ribu ton untuk alokasi Juli, Agustus, dan September.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




