LombokPost-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan sekitar Rp22 triliun untuk pembangunan infrastruktur energi pada 2027. Anggaran itu antara lain digunakan untuk jaringan gas (jargas), pipa transmisi gas, hingga listrik desa (lisdes).
"Jadi, dari Rp 27 triliun (anggaran ESDM), sebesar Rp 22 triliun itu dipakai untuk yang terkait dengan gas, jargas, pipa transmisi gas, untuk membangun infrastruktur energi, plus listrik desa," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika, dikutip Sabtu (5/9).
Erani menjelaskan, Kementerian ESDM mengajukan anggaran Rp27,37 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Porsi terbesar diarahkan untuk program pembangunan infrastruktur energi.
Dari total anggaran itu, Sekretariat Jenderal mendapat Rp537,9 miliar dan Inspektorat Jenderal Rp122,46 miliar. Sementara Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi memperoleh Rp11,34 triliun dan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Rp10,4 triliun.
Baca Juga: Gerakan ESDM Siaga Bencana, Tanggap Darurat dan Pemulihan
Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) mendapat anggaran Rp702,53 miliar, Sekretariat Jenderal Dewan Energi Nasional Rp81,47 miliar, serta Ditjen Penegakan Hukum ESDM Rp89,38 miliar.
Kemudian, BPSDM ESDM memperoleh Rp874,90 miliar, Badan Geologi Rp774,8 miliar, BPH Migas Rp474,4 miliar, Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Rp1,815 triliun, serta BPMA Rp109,34 miliar.
Tiga unit dengan anggaran terbesar adalah Ditjen Migas, Ditjen Ketenagalistrikan, dan Ditjen EBTKE. Ditjen Migas menjalankan program pembangunan jargas serta konverter kit (konkit) bagi petani.
Sementara Ditjen Ketenagalistrikan memiliki program listrik desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Ditjen EBTKE menjalankan program pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), konversi motor listrik, serta konversi kompor listrik.
"Rp 27 triliun, besar memang. Karena kan kami memang setiap tahun diminta untuk memastikan agar nanti pada tahun 2029 semua warga Indonesia itu bisa menikmati akses listrik," kata Erani.
Sebelumnya, Komisi XII DPR RI menyetujui usulan anggaran Kementerian ESDM sebesar Rp27,372 triliun untuk tahun anggaran 2027.
Wakil Menteri ESDM Yuliot menyampaikan terima kasih atas persetujuan Komisi XII tersebut. Kementerian ESDM juga berkomitmen merealisasikan berbagai target pada 2027, termasuk target lifting minyak bumi.
Target lifting minyak bumi pada 2027 ditetapkan sebesar 612.500 barel per hari. Angka itu naik dibandingkan target 2026 yang sebesar 610 ribu barel per hari.
Editor : Akbar SirinawaSumber : jawapos.com