Kementerian Komdigi Bantu Operasi SAR Jurnalis Hilang dengan Penguatan Jaringan Telekomunikasi

Akbar Sirinawa • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 07:25 WIB
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian 5 wartawan atau jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. (Istimewa)
Tim SAR Gabungan melakukan pencarian 5 wartawan atau jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. (Istimewa)

 

 

 

LombokPost-Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendukung operasi pencarian lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di Selat Sunda. Dukungan diberikan melalui penguatan kualitas jaringan telekomunikasi di sekitar wilayah pencarian.

Lima jurnalis yang belum diketahui keberadaannya adalah M. Bagus Khoirunnas, pewarta foto Kantor Berita Antara; Ari Basuki, pewarta foto Merdeka.com; Yudistiro Pranoto, pewarta foto iNews.id; Firman Daus, jurnalis Anadolu Agency; serta Donal Husni, jurnalis freelance.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Ia mengajak masyarakat mendoakan seluruh anggota rombongan yang masih dalam proses pencarian.

“Kami turut merasakan kekhawatiran keluarga, rekan-rekan pers, dan seluruh masyarakat. Doa kami menyertai M. Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus, Donal Husni, serta seluruh awak kapal yang berada dalam rombongan tersebut. Semoga seluruhnya dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” kata Meutya di Jakarta, Rabu (9/9).

Baca Juga: Komdigi Bidik Tanda Tangan Digital Indonesia Diakui Dunia

Rombongan diketahui berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), Senin (7/9) siang, untuk meliput aktivitas vulkanik. Namun, komunikasi dengan rombongan terputus tidak lama setelah keberangkatan.

Hingga Rabu siang, tim gabungan belum menemukan keberadaan lima jurnalis dan tiga kru speedboat. Operasi pencarian dan pertolongan terus dilakukan tim SAR gabungan di kawasan Selat Sunda.

Dalam penanganan kejadian itu, Komdigi berkoordinasi dengan Basarnas sebagai lembaga yang berwenang dalam operasi pencarian dan pertolongan. Koordinasi juga melibatkan TNI, Polri, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, serta sejumlah pihak lainnya.

“Koordinasi dilakukan untuk mendukung kelancaran operasi pencarian dan memastikan informasi mengenai perkembangan situasi dapat disampaikan secara tepat dan terverifikasi,” jelas Meutya.

Komdigi juga berkoordinasi dengan operator telekomunikasi untuk memastikan kebutuhan komunikasi selama operasi pencarian dan pertolongan dapat terpenuhi.

“Melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Kemkomdigi juga memberi dukungan upaya pencarian rombongan wartawan dengan penguatan kualitas telekomunikasi di wilayah sekitar Selat Sunda,” ungkapnya.

“Kemkomdigi akan terus mengevaluasi kebutuhan dukungan jaringan sesuai perkembangan operasi di lapangan,” lanjut Meutya.

Sebagai mantan jurnalis, Meutya turut mengingatkan pentingnya menempatkan keselamatan sebagai pertimbangan utama dalam peliputan di lapangan, terutama di kawasan yang memiliki potensi bencana.

Baca Juga: Wamen Komdigi Nezar Patria: Indonesia Jangan Jadi Penonton di Industri AI Global

“Karena itu, kami mengimbau seluruh insan pers maupun masyarakat untuk mematuhi batas aman dan arahan otoritas terkait, tidak mendekati kawasan berbahaya, serta memperhatikan perkembangan cuaca, kondisi laut, dan aktivitas vulkanik sebelum melakukan kegiatan di lapangan,” imbau Meutya.

Komdigi juga meminta masyarakat tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarluaskan informasi mengenai kejadian tersebut sebelum kebenarannya dipastikan.

“Kami mendorong masyarakat untuk memperoleh dan menyebarluaskan informasi yang berasal dari sumber resmi dan terverifikasi, antara lain Basarnas, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, serta otoritas terkait lain,” terangnya.

Pemerintah mengingatkan agar informasi yang belum terkonfirmasi tidak disebarkan, termasuk kabar mengenai kondisi para korban, titik keberadaan rombongan, maupun perkembangan operasi SAR.

“Kemudian, tidak membuat atau menyebarkan spekulasi, konten yang menyesatkan, hoaks, maupun informasi yang dapat menimbulkan kepanikan dan keresahan di tengah masyarakat,” tambah Meutya.

Di tengah berlangsungnya operasi pencarian, Komdigi meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada keluarga korban dan tim SAR menjalankan proses tersebut tanpa tekanan. Keselamatan seluruh anggota rombongan dan kelancaran operasi dinilai menjadi prioritas.

“Kemkomdigi akan terus memantau perkembangan informasi di ruang digital dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga serta pihak terkait,” sebut Meutya.

Perkembangan resmi mengenai proses pencarian akan disampaikan melalui saluran komunikasi pemerintah. Masyarakat juga diminta membantu menjaga agar informasi yang beredar tetap akurat.

“Yang paling utama saat ini adalah mendoakan keselamatan seluruh rekan jurnalis dan awak kapal, serta mendukung upaya pencarian agar mereka dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” pungkasnya.

Editor : Akbar Sirinawa
Sumber : jawapos.com
jurnalis hilang operasi SAR komdigi Meutya Hafid selat sunda