Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa, 140 Orang Masih Dicari

Alfian Yusni • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 15:38 WIB
Kapal penumpang Virgo Transport 8. (ist)
Kapal penumpang Virgo Transport 8. (ist)

lombokpost - Kapal penumpang Virgo Transport 8 yang hilang kontak dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9/2026), akhirnya dilaporkan tenggelam di perairan Laut Jawa. Kapal tersebut sebelumnya mengalami kebocoran dan miring setelah menghadapi cuaca buruk.

“Kalau melihat informasi di lapangan ini dan data-data yang kami kumpulkan itu sudah tenggelam. Sudah tenggelam, kalau menurut grup (koordinasi) kami ini (saat) sudah terang sih (waktu kapal tenggelam),” kata General Manager Pelindo Pelabuhan Kotabaru, Kalimantan Selatan, Dhany Rachmad, saat on air di Radio Suara Surabaya, Minggu siang.

Kapal Virgo Transport 8 diketahui berangkat dari Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) menuju Banjarmasin.

Baca Juga: Kangen Band Bubar? Dodhy Singgung Kezaliman, Andika Mahesa Kaget

Berdasarkan data yang disampaikan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin, kapal tersebut membawa 243 orang, terdiri atas penumpang dan awak kapal.

Kronologi kecelakaan bermula ketika kapal menghadapi cuaca buruk sekitar tengah malam. Kondisi tersebut kemudian dilaporkan nakhoda kepada pihak agen.

Sekitar pukul 02.00 WITA, nakhoda kembali melaporkan bahwa kapal dalam kondisi miring. Informasi tersebut menjadi laporan terakhir sebelum komunikasi dengan kapal terputus.

Baca Juga: Raup Penjualan via E-Commerce! Bea Cukai Mataram Bongkar Modus Rokok Ilegal

Namun, informasi dari Dhany menyebut terdapat perkembangan lain setelah komunikasi terakhir tersebut.

Kapal dilaporkan mengalami kebocoran dan kemudian semakin miring hingga akhirnya terbalik dan tenggelam.

“Informasi terakhir yang kami dapatkan informasi awal dari kaptennya seperti itu. Jadi kapal sudah bocor dan miring seperti itu,” ujarnya.

Baca Juga: Butuh 40 Tahun, Tom Cruise Akhirnya Menjadi Sosok Digger

Hingga kini, penyebab pasti kebocoran belum diketahui. Cuaca buruk dan gelombang tinggi menjadi kondisi yang menyertai kecelakaan tersebut, tetapi petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kapal mengalami kebocoran hingga akhirnya tenggelam.

103 Orang Berhasil Dievakuasi

Di tengah kecelakaan tersebut, tim SAR gabungan bergerak melakukan pencarian dan evakuasi. Hingga sekitar pukul 12.00 WITA, sebanyak 103 orang berhasil dievakuasi, dengan satu orang di antaranya meninggal dunia.

Sebanyak 16 orang dievakuasi menggunakan TB Mauhaw IX, terdiri atas 15 orang selamat dan satu meninggal dunia. Sementara TB TCP mengevakuasi 38 orang dan MV Haida menyelamatkan 49 orang lainnya.

Baca Juga: Tiga Pejabat Teras Mataram Adu Gagasan Rebut Kursi Kadis Dukcapil

Dengan mengacu pada manifes 243 orang dan data evakuasi tersebut, masih terdapat sekitar 140 orang yang belum ditemukan.

Angka ini juga dilaporkan Reuters berdasarkan keterangan otoritas pencarian dan penyelamatan Indonesia.

Operasi pencarian pun terus diperluas. Sejumlah kapal dikerahkan untuk menyisir lokasi terakhir Virgo Transport 8, sementara Basarnas juga mengerahkan helikopter untuk melakukan pencarian dari udara.

Baca Juga: Suami Wafat Sebelum Umrah, Istri Lanjutkan Kesempatan dari Grab

Kapal yang dikerahkan antara lain KN SAR Laksmana, KRI Nala, KM Kunyit, TB Mauhaw IX, TB TCP, dan MV Haida.

Lokasi Sekitar 80 Mil Laut dari Banjarmasin

Sebelumnya, Kantor SAR Banjarmasin menerima laporan hilang kontak dari pihak agen kapal sekitar pukul 04.10 WITA. Tim kemudian bergerak menuju Dermaga SAR Basirih.

KN SAR Laksmana 241 diberangkatkan sekitar pukul 05.30 WITA menuju lokasi perkiraan posisi terakhir kapal. Jarak lokasi tersebut sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Baca Juga: Bea Cukai Mataram Musnahkan 6,7 Juta Batang Rokok Ilegal

Posisi terakhir kapal tercatat pada koordinat 4°31'51.82"S 114°2'6.88"E dengan heading 203,94 derajat.

Seiring perkembangan operasi, posko penanganan korban juga didirikan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

Posko tersebut melibatkan Basarnas, Pelindo, KSOP, Lanal Banjarmasin, serta Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan untuk menangani korban yang berhasil dievakuasi dan melakukan pendataan.

Baca Juga: Wali Kota Mohan Roliskana Wajibkan Birokrasi Pakai Data Sebelum Ambil Kebijakan

Sementara itu, kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian masih menjadi salah satu tantangan bagi tim SAR.

Pencarian dilakukan secara simultan melalui laut dan udara untuk menemukan korban yang masih belum diketahui keberadaannya.

Hingga Minggu siang, operasi pencarian dan pertolongan masih berlangsung. Petugas juga masih melakukan verifikasi terhadap data manifes dan identitas seluruh penumpang serta awak kapal.

Pihak berwenang mengimbau keluarga penumpang untuk tetap menunggu informasi resmi dari petugas di lapangan, mengingat proses evakuasi dan pendataan masih terus berjalan. (***)

 

Editor : Alfian Yusni
Sumber : berbagai sumber
Virgo Transport 8 kapal Virgo Transport 8 tenggelam kapal tenggelam di Laut Jawa kapal Surabaya Banjarmasin kapal hilang kontak