LombokPost-Belakangan ini banyak kabar berseliweran soal pejabat tersohor yang kerap dituding melakukan praktik pencucian uang.
Kabarnya, uang tersebut dititipkan kepada artis maupun figur publik untuk 'diputar' menjadi berbagai bentuk usaha.
Ahli ekonomi, Rhenald Kasali juga mengakui adanya fenomena ini. Menurutnya, berbagai bisnis curang tersebut bisa ditandai dengan berbagai ciri.
Berikut ini ciri-ciri bisnis usaha artis yang bersumber dari pencucian uang menurut Rhenald Kasali.
Tiba-tiba usaha menjadi sangat besar
Salah satu keanehan dari bisnis artis hasil pencucian uang adalah bisnis tersebut langsung besar, tanpa terlihat bagaimana prosesnya.
Tak seperti usaha pada umumnya yang harus dirintis pelan-pelan, bisnis pencucian uang bisa langsung melejit seketika.
"Besarnya itu membuat Anda terkaum-kagum," ungkap Rhenald Kasali, dilansir Jumat, (12/01/24).
Easy Money
Bisnis ini juga cenderung mudah memperoleh modal tanpa proses yang rumit dan proses audit yang ketat.
"Seakan-akan mudah sekali. Kalau Anda pinjam uang dari bank, Anda tidak akan bisa dapat uang sekaligus brek ditaro di situ. Anda tidak bisa bangun sesuatu secepat itu, ekspansi secepat itu. Anda harus presentase dulu menghadapi pimpinan Bank," ujar Renald Kasali.
Selalu punya alibi
Pemilik bisnis juga cenderung tak berterus terang soal asal dana yang dimilikinya. "Bahwa ini hasil usaha, padahal kalau kita hitung-hitung hasil usaha itu mana bisa dipakai untuk beli Ferrari, terlebih lagi dipakai untuk membeli pesawat jet," terang prof Rhenald.
Membangun new empire
Pelaku bisnis hasil pencucian uang juga cenderung merima dana bukan dari satu orang, tetapi dari banyak orang sekaligus. "Satu orang yang nitip, lama-lama banyak juga yang nitip. Yang nitip ya orang-orang yang DNA-nya sama tadi," kata dia.
Mengaku modal dari warisan dan lainnya
Pemilik bisnis juga cenderung berkelit soal asal-usul dana usaha, bahkan bisa jadi menggunakan istilah rumit sampai metode penghasilan yang sukar dipahami orang awam.
"Misalnya mereka mengatakan trading. Saya pikirnya trading itu ekspor-impor, gak taunya trading itu pakai judi online, pakai aloritma kripto, bisnis properti, dan lain sebaginya yang tidak mudahlah dipahami," katanya.
Bisnis sunset
Jika pengusaha memilih berbisnis mengikuti tren, pelaku pencucian uang biasanya memilih tren bisnis yang sudah usang dan ketinggalan zaman.
"Mereka justru membiayai bisnis-bisnis yang sedang sunset, yang sinarnya sedang turun. Tapi anehnya di tangan mereka tiba-tiba bisa menjadi bersinar," ujar guru besar bidang Ilmu manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.
Ada sosok tersembunyi
Rhenald Kasali menyebut ada sosok tersembunyi di belakang pebisnis pencucian uang. Misalnya, ada satu karyawan yang sangat mencolok dibanding pegawai lainnya.
Karyawan tersebut biasanya cenderung tak tersentuh karena mereka ditengarai adalah pemilik asli dari uang tersebut.
Bisnis tumbuh, tetapi tak pandai berbisnis
Pebisnis juga cenderung tak mengerti praktik berbisnis. "Mereka tidak mengerti strategi, tidak mengerti planning, tidak mengerti financial management, tidak mengerti marketing dsb, pokoknya dia tahunya ngomong aja dan tampil di publik,'' terang Rhenald.
Dikelilingi media komunikasi
Menurut Rhenald Kasali, pelaku pencucian uang juga kerap tampil di media dan mencitrakan dirinya sebagai sosok yang dermawan dan filantropi. Hal ini untuk membentuk imej mereka sebaik mungkin.
Tiba-tiba banyak masalah
Orang yang menjadi pewadah dari pencucian uang, menurut Rhenald Kasali, akan dikelilingi oleh orang-orang yang bermasalah.
"Mereka dikelilingi orang-orang yang banyak masalah, ada karyawan atau orang yang terlibat pembunuhan, narkoba, sexual harassment, atau apa saja lah. Ya ini kan orang-orang titipan dari orang tua yang punya uang tadi," kata dia.***
Editor : Alfian Yusni