LombokPost-Super band Indonesia, Padi atau yang kini dikenal dengan Padi Reborn punya cara dan ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh sebuah grup band di Indonesia, untuk menjaga eksistensi dan kekompakan antar personelnya.
Piyu sang Gitaris menceritakan, tahun 2017 silam saat hendak menjadi Padi Reborn, ada perjanjian resmi yang disusun antar personel demi menjaga karier mereka di industri musik.
''Kita bikin satu agreement. Kita tanda tangan di depan notaris. Semua kita bahas disitu, termasuk ada pemakaian drugs, harus begini, kalau pakai ya harus keluar," jelas Piyu Padi Reborn kepada awak media di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan belum lama ini.
Piyu mengatakan, personel Padi Reborn tak ingin lagi punya pengalaman pahit dengan narkoba jenis apapun di usianya saat ini.
Perjanjian tersebut juga berisi komitmen para personel untuk mengutamakan band. Permasalahan komunikasi dan ego yang pernah diungkap Fadly sebagai alasan vakumnya Padi juga menjadi pembahasan.
"Habis itu ada segala macam kita sampaikan disitu. Juga termasuk dalam hal apapun yang dulu membuat kita vakum. Kita sampaikan disitu sehingga kita nanti ada hal apapun kita sudah punya, nih," lanjut Piyu.
Piyu merasa Padi Reborn juga semakin solid. Karena jadwal manggung yang cukup padat, tidak ada personel yang berani terlalu sering tampil secara solo.
Namun, personel yang tampil solo pun tidak membawakan lagu Padi untuk mencegah permasalahan yang mungkin muncul.
“Jadi, sekarang ini kita karena udah berdasarkan komitmen. Kita sudah tanda tangan, berarti kan kita sudah komitmen. Ya sudah. Kita tidak pernah bermasalah. Karena personelnya juga itu-itu aja kan. Kita tidak berganti personel,” lanjut musisi asal Surabaya ini.
Padi yang debut lewat album Lain Dunia pada tahun 1999, belum pernah mengganti personel. Sampai saat ini, Padi Reborn diperkuat Fadly (vokal), Piyu (gitar), Ari (gitar), Rindra (bass), dan Yoyo (drum)
Editor : Alfian Yusni