LombokPost-Boy Group besutan SM Entertainment, NCT diumumkan bekerjasama dengan Starbuck, salah satu brand pendukung aksi genosida di Palestina, awal bulan ini.
Selain itu, sejumlah merchandise eksklusif dalam kolaborasi tersebut juga telah dirilis.
Para penggemar pun dengan cepat bereaksi terhadap pengumuman tersebut, karena aksi boikot berkelanjutan terhadap Starbuck untuk mendukung Palestina.
Brand Starbuck awalnya tidak masuk dalam daftar boikot resmi yang disediakan oleh BDS, namun akhirnya masuk daftar sebagai upaya akar rumput.
Hal ini pada akhirnya membawa pada aksi boikot terhadap kolaborasi NCT tersebut, yang diumumkan oleh para penggemar.
Namun rupanya, aksi boikot ini melebar hingga di luar kolaborasi tersebut.
Dilansir dari situs Koreaboo, selama aksi boikot total, para penggemar sering melakukan protes dengan tidak lagi mendengarkan musik grup ini di platform resminya dan berhenti mengikuti si artis.
Hal ini bisa dilihat dari akun resmi Instagram dan X (sebelumnya Twitter, Red) milik NCT.
Tiap akun grup memperlihatkan penurunan follower yang besar, berdasarkan pada Social Blade yang merupakan pelacak media sosial.
Akun Instagram @NCT mendapatkan penurunan terbesar sebanyak 674.370 selama satu bulan. Sebagian besar terjadi mulai dari tanggal 29 Mei.
Akun Instagram NCT 127, NCT DREAM, dan WayV mengalami penurunan sebanyak 629.760, 633.210, and 455.340 selama satu bulan.
Tidak hanya akun grup, bahkan akun resmi tiap member NCT juga mengalami penurunan follower yang signifikan.
Mulai dari 29 Mei, Taeyong NCT kehilangan 679.813 follower. Sementara Mark Lee sudah menurun lebih dari 988 ribu follower, dan Haechan sebanyak 971.000 follower.
Hal ini berarti secara keseluruhan NCT telah kehilangan lebih dari 8 juta follower. Sebuah kesuksesan bagi mereka yang memboikot.
Bagaimana menurutmu? (Geumie)
Editor : Rury Anjas Andita