LombokPost-Gelaran Island Vibes Reggae Party menjadi salah satu dedikasi bagi mendiang Steven N Kaligis yang merupakan salah satu penggiat musik reggae di Indonesia.
Ia merupakan vokalis dari grup musik Steven & Coconut Treez yang lahir pada 3 Januari 1975 di Pekanbaru.
Steven meninggal pada 22 Juni 2021 karena gagal ginjal di Jakarta.
"Kegiatan kali ini merupakan cita-cita besar Steven yang baru bisa diwujudkan tahun ini," kata Bassist Coconuttreez Pallo.
Kehadiran gelaran yang dilakukan di 10 kota besar Indonesia memang dihajatkan untuk menyatukan musik reggae yang ada di Indonesia.
Walaupun mendiang Steven hadir dalam bentuk hologram ternyata menyayat hati penonton konser tersebut di lapangan Taman Malomba.
Penonton terlarut dalam lantunan lirik tiga buah lagu yang dibawakan bersama hologram ini.
Beberapa penonton yang memahami mendalamnya makna lagu Tak Tergantikan meneteskan air mata.
Bahkan adik mendiang Steven bernama Aponk ikut bergabung menyanyikan lagu tersebut.
"Steven tidak akan pernah tergantikan," tuturnya.
Dalam menghadirkan hologram mendiang Steven, alat-alat konser pun di bawa melalui jalur darat dengan mengangkut 33 truk.
Island Vibes Reggae Party merupakan sebuah project raksasa ramuan River Brick Creative Lab yang dimulai pada pertengahan tahun 2023.
Berawal dari rencana penggarapan materi album The Coconuttreez, River Brick kemudian melihat sebuah peluang luar biasa dan mengambil langkah cerdas dengan melibatkan sejumlah nama jagoan reggae Indonesia.
Nama-nama besar di skena musik Reggae seperti Richard D' Gilis, Lawa AMQ, dan musisi andalan Gili seperti S2B Family, ikut ditarik terlibat di album ini.
Dengan format album kolaboratif, The Coconuttreez yang menyisakan Tege, Aci, Iwanos, dan Pallo, lantas memilih menggunakan nama CTTZ di album ini.
Selanjutnya juga ada nama Eqi Puradireja, sosok kawakan di industri musik yang telah menelurkan banyak karya luar biasa, ikut ditarik dalam penggarapan album Island Vibes.
Mantan personil Humania serta wajah di balik lahirnya Java Jaz dan Java Rockin'land tersebut kemudian didapuk menjadi produser, dengan harapan bisa merevolusi warna musik reggae di album ini menjadi lebih bervariasi.
"Ini adalah tantangan untuk memproduseri album reggae yang keren banget bareng anak-anak ini," kata EQ.
Mereka datang ke rumahnya di Bogor dan mengobrol sampai pagi. Dari obrolan itu sampai keputusan menjalankannya.
"Saat itu gue jawab Oke, ayo kita lakukan. Ini bisa seru. Itu kata kuncinya: Ini bisa seru," tegasnya. (nur)
Editor : Kimda Farida