Kamis (17/10) lalu atau Rabu (16/10) malam waktu setempat, setelah Payne dinyatakan meninggal pukul 17.00, kepolisian langsung memeriksa kamar personel One Direction (1D) itu.
Dari hasil pemeriksaan polisi, kamar Payne dilaporkan dalam keadaan berantakan.
Selain itu, ditemukan obat jenis clonazepam yang secara medis digunakan untuk mengontrol epilepsi dan kegelisahan. Suplemen energi dan sejumlah obat juga ditemukan berserakan.
Sementara itu, di lokasi tempat tubuh Payne jatuh, terdapat botol wiski, ponsel, dan pemantik api.
Otopsi terhadap jenazah Payne lantas dilakukan. Hasil awal menunjukkan bahwa pelantun Teardrops itu meninggal karena cedera berat di banyak bagian vital.
Pendarahan internal dan eksternal di bagian tengkorak, dada, perut, dan anggota gerak berkontribusi pada kematian.
Hingga kini, otopsi masih terus dilakukan, termasuk pemeriksaan darah, urine, dan organ dalam.
Sementara itu, ungkapan duka terus muncul. Keluarga Liam mengatakan bahwa mereka merasa sangat sedih atas kepergian sosok Payne yang baik dan menyenangkan.
’’Kami saling mendukung satu sama lain dengan baik dan memohon privasi di masa yang suram ini,” ujar perwakilan keluarga sebagaimana dikutip CBS News.
Keempat rekan Payne di 1D pun mengunggah ungkapan duka dan foto bersama Payne ke akun Instagram masing-masing.
Mereka adalah Harry Styles, Louis Tomlinson, Niall Horan, dan mantan personel 1D Zayn Malik.
’’Aku kehilangan saudara saat kau pergi,” tulis Malik, yang juga menambahkan bahwa dia mencintai dan menghormati Payne. (c17/len/JPG)
Editor : Marthadi